RADAR MALIOBORO – Pecinta anime atau manga Jepang pasti sudah tahu tentang bunga yang satu ini.
Higabana (彼岸花) dikenal juga dengan sebutan Spider Lily, merupakan bunga yang mekar pada awal musim gugur, memiliki warna merah merah menyala dan keindahan memikat sekaligus makna simbolis yang mendalam, meskipun ada varian putih, kuning, dan oranye.
Bunga ini berasal dari genus Lycoris, menjadikannya salah satu bunga yang khas di Jepang, Korea, dan Tiongkok.
Kelopak-kelopaknya melengkung ke belakang dengan benang sari panjang yang menyerupai kaki laba-laba, sehingga mendapatkan julukan "spider lily".
Bunga ini tumbuh di atas tangkai yang panjang tanpa daun, sehingga tampak seperti bunga yang melayang di udara.
Uniknya, daun higanbana biasanya muncul setelah bunga layu, sehingga bunga dan daun tidak pernah terlihat bersama.
Higanbana memiliki banyak makna tergantung pada budaya dan konteksnya.
Beberapa makna yang sering disimbolkan dengan bunga ini adalah:
1. Kematian dan Perpisahan
Di Jepang, bunga ini sering ditemukan di dekat makam dan digunakan sebagai hiasan saat peringatan kematian.
Namanya, "Higan", merujuk pada Ohigan, periode tradisional Buddhis untuk mendoakan leluhur.
Karena itu, higanbana sering dikaitkan dengan perpisahan dan kematian.
2. Keindahan yang Tragis
Dalam sastra dan seni, higanbana sering melambangkan cinta yang tak terbalas atau perpisahan abadi.
Legenda Jepang menyebutkan bahwa bunga ini tumbuh di sepanjang tepi Sungai Sanzu, yang dipercaya sebagai jalur menuju akhirat.
3. Harapan Baru
Meskipun sering dikaitkan dengan akhir, bunga ini juga mekar saat musim berubah dari panas ke sejuk, sehingga dianggap sebagai tanda transisi dan harapan baru.
Higanbana tidak hanya indah secara estetis tetapi juga sering muncul dalam karya seni, sastra, dan budaya populer:
• Dalam puisi Jepang, bunga ini melambangkan emosi yang mendalam, seperti kerinduan atau penyesalan.
• Dalam anime dan film, higanbana sering menjadi simbol misteri, tragedi, atau peristiwa penting dalam alur cerita.
• Di Korea, bunga ini disebut "Hwa-juk", dan dianggap membawa pesan tentang ketekunan dan keberanian.
Higanbana juga dikenal sebagai tanaman yang beracun.
Semua bagian tanaman, terutama umbinya, mengandung lycorine, senyawa beracun yang dapat menyebabkan muntah, diare, atau keracunan jika tertelan.
Namun, di masa lalu, tanaman ini pernah digunakan sebagai pengusir hama di sekitar ladang atau kuburan.
Higanbana bukan sekadar bunga, tetapi juga simbol yang penuh makna. Keindahan dan misterinya membuat bunga ini dikenang dalam berbagai tradisi dan budaya.
Meski terkait erat dengan kematian dan perpisahan, higanbana juga mengajarkan tentang transisi dan siklus kehidupan, menjadikannya bunga yang unik dan penuh filosofi. (Amrina Rosyada)