RADAR MALIOBORO - Musim kedua anime Solo Leveling "Arise from the Shadow" baru saja berakhir.
Namun antusiasme penggemar setia terhadap kelanjutan serial anime ini terus meningkat.
Banyak penggemar mulai bertanya-tanya kapan musim ketiga akan dirilis.
Dalam sebuah sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Raquel Harris dari TheWrap, produser Aniplex, Sota Furuhashi, bersama produser A-1 Pictures, Atsushi Kaneko, mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi tim produksi selama mengerjakan dua musim pertama.
Furuhashi mengungkapkan bahwa pengerjaan dua musim awal merupakan tantangan besar bagi tim produksi, dengan total sekitar 2.220.000 frame animasi, mencerminkan skala dan intensitas kerja tim produksi.
“Saya ingin memberikan sedikit ruang bernafas untuk para animator. Jadi seandainya keputusan ada di tangan saya, saya akan mengatakan agar menunggu hingga olimpiade mendatang untuk melihat bagaimana keberlanjutan season 3,” ujar Furuhashi.
Baca Juga: Dampak Solo Great Sale di Bidang Perhotelanl
Pernyataan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan penggemar.
Ada yang menduga Furuhashi merujuk pada Olimpiade Musim Dingin 2026, sementara yang lain memperkirakan jeda hingga Olimpiade Musim Panas 2028.
“Akan tetapi, mencapai frame animasi yang ke-220.001, rasanya hal tersebut bergantung pada Kaneko-san dan A-1 Pictures,” tambahnya.
Upaya Furuhashi yang seolah-olah menyerahkan tanggung jawab kepada Kaneko kemudian disambut tawa.
“Tidak, tidak, tidak! Jadi, sekarang jadi terserah padaku!?” Setelah jeda sejenak, Kaneko melanjutkan, “Um... Ini sulit. Biar saya mulai dengan mengatakan bahwa saya juga ingin melihat apa yang akan terjadi nantinya.”
Dalam sesi yang sama, Kaneko membagikan pandangannya tentang dampak global Solo Leveling.
Ia menyebut bahwa proyek ini telah membuka wawasannya terhadap semangat dan energi penggemar dari berbagai belahan dunia.
“Sepanjang karier saya, saya tumbuh dan bekerja di Jepang. Namun melalui Solo Leveling, saya mulai merasakan semangat luar biasa dari penggemar di berbagai negara,” ujar Kaneko.
Ia menyoroti peran penting media hiburan seperti anime, manga, film, dan video game dalam menjembatani budaya lintas negara.
Ia menyebut Dragon Ball sebagai contoh bagaimana sebuah karya bisa menjadi fenomena global yang menginspirasi banyak orang.
Dalam analogi yang disampaikannya, Kaneko mengibaratkan kelanjutan proyek Solo Leveling seperti teknik Spirit Bomb dalam Dragon Ball.
Kaneko menyampaikan bahwa kelanjutan Solo Leveling musim ketiga tidak sepenuhnya berada di tangan para produser seperti dirinya, atau Furuhashi.
Sebaliknya, ia mengibaratkan bahwa keputusan tersebut berada di tangan para penggemar, layaknya Spirit Bomb yang hanya dapat terbentuk dengan kontribusi energi dari banyak orang.
Menurutnya, kelanjutan musim ketiga sangat dipengaruhi oleh dukungan dan antusiasme penggemar.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal rilis musim ketiga.
Meskipun demikian, antusiasme tetap tinggi, terutama setelah musim kedua mendapat sambutan hangat dari penggemar dan kritikus, terutama atas kualitas visual serta pengembangan cerita dalam arc Pulau Jeju.
Anime Solo Leveling, yang diadaptasi dari webtoon populer Korea Selatan, pertama kali tayang secara global pada tahun 2024 dan disusul oleh musim kedua pada 2025.
Meskipun sebagian penggemar berharap pola rilis tahunan akan berlanjut, tantangan produksi yang kompleks membuat kemungkinan rilis musim ketiga dalam waktu dekat masih belum pasti. (Fadel Muhammad)
Editor : Meitika Candra Lantiva