RADAR MALIOBORO - Animasi Studio Ghibli selalu dikenal akan visualnya yang berwarna, karakter yang memikat, serta pesan emosional yang mendalam.
Namun di balik pesona visual tersebut, terdapat berbagai sisi gelap yang jarang diketahui publik.
Sejumlah persoalan internal memperlihatkan bahwa dunia animasi sebenarnya sangat keras, khususnya di studio ternama seperti Ghibli.
Berdasarkan informasi yang didapatkan melalui berbagai wawancara dan pengakuan mantan pegawai, terungkap bahwa Studio Ghibli mengalami tantangan berat yang berpengaruh pada kinerja para animator, tim produksi, hingga stabilitas studio secara keseluruhan.
Berikut adalah sejumlah sisi gelap yang tersembunyi di balik kesuksesan besar Studio Ghibli:
1. Kesenjangan Peran Gender di Balik Layar
Dalam animasinya, Ghibli beberapa kali menciptakan tokoh perempuan kuat dan inspiratif, namun keadaan di balik layar justru sebaliknya, tim kreatif di Studio Ghibli masih didominasi oleh laki-laki.
Isu ini sempat menuai kritik dari para pengamat industri karena minimnya keterlibatan perempuan dalam tim kreatif, berbanding terbalik dengan narasi progresif dalam film-film mereka.
2. Beban Produksi yang Ekstrem
Demi mempertahankan kualitas visual yang tetap sesuai standar, para animator Ghibli kerap menjalani jadwal yang padat dan bekerja selama berjam-jam.
Mereka harus mengorbankan kesehatan fisik dan mental karena tuntutan kerja yang besar dan batas waktu yang jauh dari kata wajar.
3. Isu Kelam yang Disamarkan dalam Alur Cerita
Meski selalu dipenuhi unsur fantasi dan keajaiban, tak jarang film Ghibli yang mengangkat isu kelam seperti konflik perang, pengalaman traumatis, penderitaan emosional, bahkan kematian.
Tema tersebut seringkali disembunyikan oleh tampilan visual yang menggemaskan, sehingga membuat beberapa film Ghibli tidak sepenuhnya layak dikategorikan sebagai tontonan anak-anak.
4. Hayao Miyazaki yang Perfeksionis
Hayao Miyazaki, seorang pendiri dan kreator utama Studio Ghibli, dikenal sangat ketat dalam hal standar kualitas.
Sifat perfeksionisnya kerap membuat para animator merasa terbebani karena dituntut untuk mencapai standar yang begitu tinggi.
Menurut pengakuan mantan pegawai, bekerja bersama Miyazaki sangat menekan mental mereka meskipun hasil akhirnya selalu luar biasa.
5. Ketergantungan Ghibli terhadap Peran Miyazaki
Setiap kali Miyazaki menyatakan pensiun, Studio Ghibli beberapa kali berada dalam kondisi tidak stabil, sehingga membuat Miyazaki membatalkan keputusan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan ketidaksiapan Studio Ghibli untuk menemukan penerus yang setara dalam membuat karya visioner yang mampu menjaga kualitas dan identitas studio.
Meskipun sisi gelap di balik keindahan animasi Studio Ghibli tidak dapat diabaikan, karya-karya mereka tetap memberikan pengaruh besar dalam dunia animasi global.
Keajaiban visual dan kedalaman pesan yang mereka hadirkan tetap menjadi alasan Ghibli dicintai banyak orang.
Namun, memahami proses dan tantangan di baliknya membuat kita mampu melihat bahwa setiap karya memiliki harga yang harus dibayar.
Pada akhirnya, Studio Ghibli adalah bukti bahwa keindahan sering lahir dari perjuangan panjang dan dedikasi tanpa henti. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva