RADAR MALIOBORO – Kabar mengejutkan dari dunia K-pop! Lee Heeseung, mantan member ENHYPEN, resmi memulai karier solo dengan nama baru Evan.
Belift Lab memperkenalkan Evan pada 8 April 2026 melalui serangkaian foto profil baru yang menampilkan gaya minimalis dan autentik, menandai babak baru setelah ia meninggalkan ENHYPEN pada 10 Maret 2026.
Akun Instagram resmi Evan @h_evva_n langsung viral, meraup lebih dari 2 juta followers hanya dalam waktu kurang dari 12 jam.
Fans ramai membuat kolase “Evan core” yang menonjolkan gaya stylish namun sederhana sang penyanyi.
Evan dikenal sebagai vokalis versatile dengan tone trendy dan sophisticated, serta kemampuan songwriting dan produksi yang sudah terbukti sejak debut bersama ENHYPEN pada 2020.
Menurut pernyataan Belift Lab, keputusan Heeseung keluar dari grup diambil setelah diskusi mendalam dengan seluruh member dan manajemen.
“Heeseung memiliki visi musik yang berbeda dan kami menghormati itu,” ujar label.
Ia tetap berada di bawah naungan Belift Lab untuk fokus pada album solo yang sedang dipersiapkan.
Evan sendiri menyatakan bahwa nama “Evan” adalah nama yang ia sayangi sejak kecil dan kini ingin menyampaikan musik yang paling jujur dan natural dari dirinya.
Pengumuman ini memicu berbagai reaksi di kalangan penggemar ENGENE.
Sebagian meluncurkan petisi dan tren seperti #ENHYPENis7 untuk memprotes kepergian Heeseung serta berharap ia kembali ke grup.
Sementara itu, banyak yang mendukung keputusan Evan dan merayakan kebahagiaannya serta talenta vokalnya yang luar biasa.
ENHYPEN kini melanjutkan aktivitas sebagai grup enam member: Jay, Jake, Sunghoon, Sunoo, Jungwon, dan Ni-ki.
Banyak fans yang berharap kedua belah pihak tetap sukses di jalur masing-masing.
Dengan latar belakang sebagai main vocalist dan performer berbakat, Evan diprediksi akan membawa warna baru di industri solo K-pop.
Gaya visualnya yang raw dan unfiltered serta komitmen untuk mengekspresikan diri secara autentik menjadi daya tarik utama.
Bagi MOA dan penggemar K-pop, ini menjadi momen menarik untuk menyaksikan evolusi salah satu talenta terbaik generasi keempat. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin