YOGYAKARTA — Mengambil keputusan besar untuk keluar dari zona nyaman dan memulai segalanya dari nol bukanlah perkara mudah bagi siapa pun, tidak terkecuali bagi seorang bintang global seperti Mark Lee.
Setelah resmi mendirikan label independennya, Upper Room, musisi berusia 26 tahun ini langsung membagikan sebuah karya yang terasa sangat intim dan personal berjudul Ready or Not.
Dibawakan pertama kali secara langsung dalam acara World Environment Day di Azerbaijan sambil memeluk gitar akustik, lagu ini tidak hanya menandai era barunya sebagai solois. Ready or Not menjelma menjadi sebuah refleksi emosional mendalam yang sangat dekat dengan kegelisahan anak muda zaman sekarang.
Menatap Masa Depan Lewat Sudut Pandang yang Jujur
Jika sebagian besar lagu debut solo berfokus pada pembuktian kekuatan atau konsep yang megah, Mark Lee justru memilih jalur yang sangat kontras. Melalui lirik Ready or Not, ia secara berani menelanjangi rasa takut, keraguan, dan ketidakpastian yang sempat ia hadapi saat berada di persimpangan jalan kariernya.
Lagu ini menangkap momen ketika seseorang dihujani oleh berbagai saran, nasihat, hingga pertanyaan dari orang-orang sekitar mengenai masa depan, di mana diri kita sendiri pun belum memiliki jawabannya. Alih-alih berpura-pura kuat dan siap, lagu ini dengan jujur mengakui bahwa merasa tidak siap adalah hal yang manusiawi.
Sebuah Surat Keberanian untuk Melangkah Maju
Kekuatan utama dari Ready or Not terletak pada pesan penerimaan dirinya. Melalui penggalan lirik yang dibawakannya, Mark menyampaikan pesan bahwa esensi dari sebuah pertumbuhan sering kali dimulai justru di saat kita merasa belum benar-benar siap.
Bagi generasi muda yang sering kali dituntut untuk memiliki rencana masa depan yang sempurna, lirik lagu ini hadir seperti sebuah pelukan yang menenangkan. Mark menegaskan bahwa tidak masalah jika masa depan masih terlihat abu-abu atau belum pasti.
Hal yang paling krusial adalah keberanian untuk tetap melangkah dan memercayai suara hati sendiri, melampaui apa yang bisa dilihat oleh mata atau dikhawatirkan oleh orang tua.
Sisi Kedewasaan Bermusik Mark Lee
Secara musikalitas, penampilan akustik Mark Lee dalam video tersebut memperlihatkan transisi yang luar biasa dari seorang idola grup menjadi seorang pencerita (storyteller) yang matang. Musiknya yang organik membuat pesan dalam liriknya tersampaikan secara langsung ke hati para pendengar tanpa ada sekat industri.
Baca Juga: Empat Wakil Tuan Rumah Akan Tampil di Semifinal Indonesia Open 2026, Ada Perang Saudara!
Pada akhirnya, Ready or Not bukan hanya sebuah lagu tentang awal baru bagi seorang Mark Lee. Lagu ini adalah sebuah anthem penguat bagi siapa saja yang saat ini sedang berdiri di persimpangan jalan kehidupan, merasa takut dengan hari esok, namun memilih untuk tetap berjalan maju. Jadi, apakah Anda sudah siap atau belum untuk melangkah ke babak selanjutnya? (Tita Aurelia Pitaloka)
Editor : Bahana.