RADAR MALIOBORO - Nama Celine Evangelista kembali menjadi perbincangan setelah beredarnya tudingan di media sosial yang menyebut dirinya menerima sebuah rumah mewah senilai Rp 200 miliar dari Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Di tengah ramainya isu tersebut, sang adik Celine, Marissa Brigitta, pasang badan memilih angkat bicara dengan langkah yang cukup mengejutkan.
Melalui unggahan di media sosial, adik Celine mengumumkan sayembara bagi siapa pun yang mengaku memiliki bukti atas tuduhan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan hadiah apabila ada orang yang mampu menunjukkan bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kebenaran isu yang beredar.
Baca Juga: Juli SPEK7AKULER Hadir Bagi Konsumen Astra Motor Yogyakarta
Menurutnya, tuduhan yang terus bergulir selama ini hanya didasarkan pada spekulasi dan belum pernah disertai bukti yang valid.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Sebelumnya, Celine Evangelista juga telah memberikan klarifikasi terkait kabar yang menyeret namanya.
Artis berusia 34 tahun tersebut membantah isu bahwa rumah yang ditempatinya merupakan pemberian dari pejabat negara.
Ia menjelaskan bahwa hunian tersebut dibeli menggunakan hasil kerja kerasnya selama berkarier di dunia hiburan sejak 2018, bukan bernilai Rp 200 miliar seperti yang ramai diberitakan.
Baca Juga: S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di Level BBB dengan Outlook Stabil
Selain membantah isu mengenai rumah mewah, Celine juga menepis berbagai narasi yang mengaitkannya dengan hubungan pribadi bersama Jaksa Agung.
Ia menyebut kabar tersebut sebagai fitnah yang terus berulang tanpa pernah disertai bukti yang jelas.
Polemik ini kembali mencuat setelah berbagai unggahan di media sosial menghubungkan nama Celine dengan isu yang berkembang di lingkungan Kejaksaan Agung.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti yang dapat menguatkan tuduhan tersebut, sementara pihak keluarga memilih menantang siapa pun yang menyebarkan klaim itu untuk membuktikannya secara terbuka.
Editor : Meitika Candra Lantiva