RADAR MALIOBORO - Hubungan Sarwendah dan Ruben Onsu masih memanas meski keduanya resmi bercerai pada 24 September 2024 lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Bukan hanya hak asuh dan soal gono gini.
Nama Sarwendah pun disorot lantaran dikaitkan dengan isu pesugihan Gunung Kawi.
Serta kematian ayahnya yang dirumorkan sebagai tumbal pesugihan.
Dalam podcast Denny Sumargo, Sarwendah menepis tuduhan tersebut.
Ia menjelaskan kedatangannya ke Gunung Kawi di Jawa Timur itu murni keperluan syuting horor Kakak Beradik Podcast The Lost World, yang dijual online, dalam bentuk tiket.
“Aku ke situ untuk syuting horor, bukannya berita-berita di luar sana (pesugihan). Itu sama sekali tidak benar,” tepis Sarwendah.
Ia menegaskan kehadirannya di lokasi itu bukan untuk menjalani ritual seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.
Ia menjelaskan seluruh aktivitas yang dilakukan di Gunung Kawi merupakan bagian dari proses produksi sebuah program.
Baca Juga: Menggali Melankolia yang Abadi: Cerita dan Pesan di Balik "The Beach" dari The Neighbourhood
Selama berada di lokasi, dirinya mengikuti rangkaian syuting bersama kru, sementara lokasi pengambilan gambar diperlihatkan oleh juru kunci setempat sesuai kebutuhan acara.
“Benar-benar aku syuting, kami syuting, aku juga enggak tahu kuncennya bawa ke mana-mana. Jadi dia mengenalkan lokasi sini lokasi sini dijelaskan satu satu untuk kebutuhan syuting,” tegasnya.
Ibu dua anak itu mengaku diminta menjalankan sesuai arahan kuncen.
Sebagaimana adat istiadat mengunjungi lokasi.
Seperti makanan nasi kuning bersama semua kru, dalam rangka menghormati adat tradisi.
"Seribu persen nggak ada kata-kata pesugihan. Bukan untuk menjalani ritual pesugihan," tuturnya.
Sarwendah mengaku cukup terkejut ketika kunjungannya ke Gunung Kawi justru memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.
Menurutnya, potongan informasi yang beredar membuat banyak orang menarik kesimpulan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Termasuk isu tumbal yang dituduhkan kepadanya.
Bahwa ayahnya meninggal lantaran sakit yang dideritanya.
Ia justru khawatir tuduhan-tuduhan ini berdampak kepada psikologi anaknya.
Melalui penjelasan itu, Sarwendah berharap masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
Ia meminta publik melihat informasi secara utuh agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai kegiatan yang dijalaninya.
Editor : Meitika Candra Lantiva