PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) menyiapkan ekspansi ke sektor layanan kesehatan dengan mengambil alih mayoritas saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), perusahaan yang bergerak di bidang rumah sakit dan layanan kesehatan jantung.
VISI yang kini dikendalikan pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina melalui PT Harmoni Semesta Investama tersebut berencana mengambil bagian dalam penerbitan saham baru HMBC sekaligus membeli saham milik pemegang saham lama.
Dalam skema transaksi, VISI akan mengambil 142.393 saham baru HMBC yang setara dengan 65 persen kepemilikan. Perseroan juga akan membeli 17.325 saham milik PT Hasna Medika Utama Group atau sekitar 7,91 persen.
Jika seluruh transaksi terealisasi, kepemilikan VISI di HMBC ditargetkan mencapai 72,91 persen sekaligus menjadikan VISI sebagai pemegang saham pengendali.
Untuk pembelian saham baru tersebut, dana yang disiapkan mencapai Rp255 miliar. Sementara pembelian saham milik PT Hasna Medika Utama Group diperkirakan bernilai sekitar Rp31 miliar.
Baca Juga: Makna Lagu “Titik Nadir” Kahitna dan Monita Tahalea, Tentang Cinta yang Harus Direlakan
Dengan demikian, nilai pengambilalihan yang sebelumnya disebut sekitar Rp286 miliar mengalami penyesuaian setelah memperhitungkan skema penyelesaian utang HMBC.
Dalam transaksi tersebut, HMBC juga berencana melakukan konversi utang kepada sejumlah pemegang saham dan pengurus. Mereka adalah Pieter Tanuri, Roy Himawan, serta Darwin Cyril Noerhadi.
Total nilai utang yang dikonversi mencapai Rp33,45 miliar. Jika komponen tersebut turut diperhitungkan, nilai keseluruhan transaksi pengambilalihan HMBC menjadi sekitar Rp319,45 miliar.
Nilai tersebut setara dengan sekitar 178,3 persen dari ekuitas VISI yang tercatat Rp179,16 miliar berdasarkan laporan keuangan per April 2026. Pada periode yang sama, total aset VISI tercatat sekitar Rp268,01 miliar.
Setelah akuisisi terlaksana, VISI akan menjadi pengendali HMBC. Perseroan juga menyiapkan perubahan struktur bisnis dengan mengarahkan VISI menjadi perusahaan holding.
Sementara kegiatan operasional nantinya akan dijalankan melalui entitas anak. Perubahan kegiatan usaha tersebut ditargetkan dapat dilakukan pada kuartal IV 2026.
Untuk mendukung kebutuhan pendanaan ekspansi, VISI juga menyiapkan aksi korporasi berupa private placement. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 307,5 juta saham baru atau sekitar 10 persen dari modal perseroan.
Baca Juga: Lelah Selalu Menyenangkan Orang Lain? Ini 5 Cara Keluar dari People Pleasing
Meski demikian, rencana akuisisi HMBC, perubahan kegiatan usaha, serta penambahan modal melalui private placement masih harus mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Seluruh agenda tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026.
Editor : Bahana.