RADAR MALIOBORO - Teguh Prakoso atau yang akrab disapa Tepe, baru saja tampil di podcast Raditya Dika yang berjudul “DI SINI ADA SUSHIIIII!!!” pada Sabtu (3/10/2026).
Pasca penampilan tersebut, sejumlah netizen mulai mengkritik sikap Tepe sepanjang podcast yang dinilai tidak sopan dan tidak menghormati Raditya Dika, juga chef tempat mereka menyantap omakase sambil berbincang.
Netizen menyoroti 3 hal mengenai sikap Tepe yang dinilai negatif.
Pertama, di awal podcast Tepe terlihat datang terlambat dan itu bukan pertama kalinya berdasarkan perkataan Raditya Dika.
Baca Juga: Demo Pelajar di Belgia Berakhir Ricuh, Lebih dari 100 Orang Diamankan Polisi
Kedua, Tepe mendebat chef yang memasak untuk tidak meletakkan wasabi pada hidangan miliknya dan menyebut chef “ngeyel” karena tetap meletakkan wasabi.
Ketiga, Tepe terus menerus memperhatikan jam tangan saat mengobrol dengan Raditya Dika, sebelum akhirnya memutuskan untuk menyimpan jam tangan tersebut.
Kritik netizen soal sikap Tepe tersebut terus berkembang dan merambah ke masalah yang lebih pribadi seperti komentar kebencian terhadap anak dan istri Tepe.
Menanggapi hal tersebut, Raditya Dika memberikan klarifikasi soal video podcast terkait serta hubungannya dengan Tepe pasca podcast.
Baca Juga: Mark Zuckerberg Gandeng Google, Proyek AI Biologi Diguyur Rp4,7 Triliun
“Teman2, gue dan @_tepe46 tidak pernah ada masalah. Kami sudah berteman lama sejak tahun 2018. Sampai sekarang pun masih berteman dan tidak ada kesal sedikit pun di video yang beberapa hari ini ramai dibicarakan,” tulisnya pada Instagram story miliknya, @raditya_dika, Kamis (8/10/2026).
Hal tersebut ia tuliskan juga sekaligus sebagai balasan terhadap DM yang masuk ke akun miliknya perihal keresahan komentar kebencian netizen yang sudah meluas ke anak dan istri Tepe.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, Raditya Dika menegaskan bahwa persoalan yang ramai diperbincangkan warganet tidak mencerminkan hubungan keduanya di luar podcast.
Klarifikasi tersebut diharapkan dapat meluruskan persepsi publik sekaligus menghentikan penyebaran komentar kebencian yang tidak berkaitan dengan isi maupun konteks podcast.
Editor : Meitika Candra Lantiva