JOGJA - Tak semua langkah besar dimulai dengan modal besar. Kadang, cukup keberanian dan niat belajar. Itulah yang dilakukan Nizar Bawazier pada 2009. Di usianya yang baru 24 tahun, pengusaha muda asal Temanggung ini nekat berangkat ke China dengan uang pas-pasan, demi satu hal, belajar langsung dari pusat industri furnitur dunia.
“Yang penting berangkat dulu. Cah SMA modal wani wae (anak lulusan SMA, modal nekat saja),” kenangnya.
Padahal, pada saat itu bisnisnya masih kecil. Ia hanya mengelola toko mebel sederhana. Hasil “pinjaman kepercayaan” dari orang tua. Tak ada investasi besar, tak ada jaringan luas. Tapi keberangkatan ke China itu menjadi titik balik dalam hidup dan bisnisnya.
Di China, Nizar melihat sendiri bagaimana industri furnitur skala global dijalankan. Ia belajar tentang tren desain, efisiensi produksi, hingga sistem distribusi. Tapi yang paling penting, ia menyadari celah besar di pasar Indonesia, furnitur lokal, khususnya lemari, masih didominasi oleh bahan partikel board yang mudah rusak, jamuran, dan tak tahan rayap.
Sekembalinya ke Indonesia, Nizar membawa pulang lebih dari sekadar inspirasi. Ia membawa visi baru, menciptakan lemari yang lebih tahan lama, terjangkau, dan cocok untuk pasar menengah ke bawah.
Tahun 2017, ia memperkenalkan emari pakaian berbahan besi. Gagasan ini sempat dianggap aneh, lemari besi dianggap tidak cocok untuk pakaian.
“Saya bilang ini lemari masa depan. Awalnya ditertawakan. Tapi saya yakin, ini solusi,” ujar Nizar.
Ia menambahkan sentuhan desain, mulai dari motif printing hingga warna-warna elegan, untuk menarik minat pasar. Dan benar saja, pelan tapi pasti, pasar menyambut hangat. Produk lemari besi Importa menjadi solusi ideal, anti rayap, anti jamur, kuat, dan harganya bersaing.
Kini, Importa Group, perusahaan yang ia dirikan dari nol, telah menjelma menjadi pemain utama di industri furnitur Indonesia. Mereka punya lebih dari 4.500 mitra toko, tersebar di seluruh Indonesia. Sekitar 3.500 di antaranya aktif melakukan repeat order setiap bulannya.
Bahkan kini Importa, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Top Brand Award 2025 untuk kategori Furniture Besi. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam acara di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran (12/8/2025) lalu.
Capaian ini mengukuhkan posisi Importa sebagai market leader furniture besi dengan Top Brand Index 39,6 persen. Angka tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen yang terbangun melalui standar mutu yang konsisten, ketepatan layanan, serta ketersediaan produk yang terjaga di pasar nasional. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Importa dalam menghadirkan produk berkualitas tinggi sejak awal berdiri.
Tak hanya menjual produk, Nizar membangun ekosistem UMKM pelatihan digital marketing, edukasi bisnis, dan program reseller. “Kami ingin toko-toko kecil bisa naik kelas. Bisa jual produk bagus, margin sehat, dan bisnisnya jalan,” katanya.