Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Harga Plastik di Jogja Naik Drastis Mulai April 2026, Kresek Tembus Rp17.900 per Pak! Ini Penyebabnya dan Dampak ke UMKM

Iwa Ikhwanudin • Senin, 6 April 2026 | 11:08 WIB
Terjadi kenaikan harga plastik kemasan. Kenaikan ini memengaruhi kinerja UMKM. (AI Image Generator)
Terjadi kenaikan harga plastik kemasan. Kenaikan ini memengaruhi kinerja UMKM. (AI Image Generator)

 

Yogyakarta – Harga berbagai jenis plastik di pasaran Jogja dan sekitarnya mengalami kenaikan tajam sejak awal April 2026.

Pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan beban berat akibat lonjakan biaya kemasan ini.

Menurut informasi yang beredar luas di media sosial dari akun lokal Merapi Uncover, kenaikan harga plastik disebabkan oleh meningkatnya biaya bahan baku impor dari luar negeri.

Kondisi ini selaras dengan laporan pedagang di wilayah Sleman, Gunungkidul, dan Kebumen yang merasakan hal serupa. 

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Bangunan Hunian di Haifa, Israel Rusak Parah dan Korban Jiwa Dikhawatirkan

Berikut rincian harga plastik terbaru per April 2026 dibandingkan sebelumnya:Plastik Kresek: Rp15.000 – Rp17.900 per pak (sebelumnya Rp10.000)

Plastik PP Bening (per kg): Rp68.900
Plastik PE Tebal: Rp22.800 – Rp39.800 per pak
Plastik Roll (100 meter): Rp14.500 – Rp112.110 (tergantung ukuran)
Plastik Klip: Mulai dari Rp5.500

Harga ini dapat berbeda-beda antar toko dan wilayah di DIY, tergantung stok dan supplier masing-masing.

Pedagang diimbau untuk selalu mengecek harga terkini sebelum membeli.

Baca Juga: Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik dan Jembatan Iran, Peluang Penerapan Amandemen ke-25 Naik Tajam

Lonjakan harga ini bukan hanya fenomena lokal.

Berbagai sumber menyebut konflik geopolitik di Timur Tengah (melibatkan Iran, AS, dan Israel) sebagai pemicu utama.

Gangguan pasokan bahan baku seperti nafta (bahan dasar petrokimia) dari kawasan tersebut membuat biaya impor melonjak.

Indonesia masih bergantung impor sekitar 60% bahan baku plastik. 

Selain itu, faktor lain seperti pelemahan rupiah dan kenaikan ongkos logistik turut memperparah situasi.

Kenaikan mulai terasa sejak akhir Ramadan dan pasca-Lebaran 2026, bahkan sempat berubah dalam hitungan jam di beberapa pasar grosir.

Baca Juga: Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Prihatin Baliho Film Aku Harus Mati di Ruang Publik Yogyakarta, Berpotensi Picu Gangguan Mental

Di Jogja sendiri, sudah mencatat kenaikan hingga 50-70% di Gunungkidul dan Kebumen, yang membuat pedagang panik dan UMKM kesulitan mempertahankan margin keuntungan. 

Kenaikan harga plastik langsung memukul pelaku usaha kuliner, pedagang pasar, dan warung kecil yang bergantung pada kresek serta kemasan plastik untuk membungkus dagangan.

Beberapa pedagang melaporkan omzet menurun karena mereka enggan menaikkan harga jual agar tidak kehilangan pelanggan.

Badan Pangan Nasional bahkan menyarankan pelaku usaha mempertimbangkan alternatif kemasan non-plastik untuk mengurangi ketergantungan.

Baca Juga: Dua Pesawat Tempur AS Ditembak Jatuh Iran, Satu Awak Selamat Diselamatkan, Pencarian Pilot Lain Masih Berlangsung

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan sedang mencari sumber impor baru dari negara lain seperti India, Afrika, atau Amerika Serikat guna menstabilkan pasokan.

Harga plastik diperkirakan masih fluktuatif dalam waktu dekat. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#harga plastik jogja 2026 #kenaikan harga kresek april 2026 #dampak konflik timur tengah ke umkm jogja #plastik pp pe naik drastis #berita ekonomi yogyakarta