JOGJA - Salah satu perusahaan air minum kemasan asal Indonesia berupaya meminimalisir dampak lingkungan dari penggunaan botol plastik. Bentuknya dengan mendaur ulang botol bekas pakai menjadi berbagai produk.
Sustainability Manager Le Minerale Irene Atmadja mengatakan, sejak tahun 2021 lalu pihaknya telah menjalankan Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional (GESN). Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri P75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah melalui Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional.
Menurut Irene, selama kurang lebih tiga terakhir Le Minerale telah berhasil menarik kembali 35.000 ton sampah botol dan galon plastik PET. Barang bekas pakai tersebut diolah kembali menjadi bahan baku botol plastik dan galon serta berbagai produk lainnya.
Lebih dari itu, kata dia, Le Minerale juga menggandeng sejumlah brand-brand lokal untuk ikut mendaur ulang plastik botol bekas tersebut. Contohnya seperti Aerostreet dan Cosmonauts untuk membuat baju, jaket, hingga sepatu.
“Kami pun akan segera meluncurkan produk fesyen hasil kolaborasi terbaru dengan brand lokal seperti Pijakbumi dan Kivee," ujat Irene dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja, Sabtu (10/8).
Dia menyatakan, bahwa sejumlah inovasi daur ulang dari botol plastik itu juga dipamerkan dalam Festival Lingkungan dan Kelestarian Alam (LIKE) 2024, Jakarta. Harapannya, inovasi tersebut juga menginspirasi masyarakat dan industri lain.
Irene menambahkan, selain jaket daur ulang, pada kegiatan itu Le Minerale juga memperkenalkan Reverse Vending Machine (RVM). Yakni sebuah mesin untuk mengumpulkan botol plastik dan akan diproduksi sebanyak 200 unit.
“Kami ingin terus mengedukasi konsumen dengan cara yang kreatif bahwa kemasan plastik PET dapat diubah menjadi produk baru yang berguna dan stylish,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Vinda Damayanti menyampaikan, bahwa inovasi dari Le Minerale sangat memiliki manfaat. Sebab inovasi berupa kreasi daur ulang plastik dapat dibuat lebih bermanfaat. Sekaligus memiliki nilai estetika sehingga menjadi produk baru yang bernilai tinggi.
Ia pun berharap, inovasi dari salah satu produsen air mineral kemasan itu dapat menginspirasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Terlebih dalam upaya pengurangan sampah plastik dan daur ulang.
“Karena upaya ini sangat efektif dalam pengelolaan sampah plastik,” beber Vinda. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin