Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pabrik Tupperware Umumkan Kebangkrutan Namun Tetap Beroperasi Selama Masa Tersebut

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 20 September 2024 | 23:16 WIB
Photo
Photo

RADAR MALIOBORO – Tupperware Brands Corporation menutup pabriknya di tengah seretnya ekonomi Amerika Serikat.

Pada Selasa, 17 September 2024, perusahaan tersebut mengumumkan langkahnya untuk memulai proses kebangkrutan berdasarkan Chapter 11 di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Delaware.

Dalam pengajuan tersebut, Tupperware melaporkan estimasi aset senilai USD 500 juta hingga USD 1 miliar, serta estimasi liabilitas antara USD 1 miliar hingga USD 10 miliar, dengan jumlah kreditur berkisar antara 50.000 hingga 100.000.

"bersama, atau sekadar menyukai produk Tupperware kami, Anda bagian dari keluarga. Kami berencana untuk terus melayani pelanggan kami yang berharga dengan produk berkualitas tinggi yang mereka sukai dan percayai selama proses ini," ucap Presiden dan CEO Tupperware, Kamis, 19 September 2024.

"Selama beberapa tahun terakhir, posisi keuangan perusahaan sangat terdampak oleh lingkungan ekonomi makro yang menantang. Akibatnya, kami menjajaki berbagai opsi strategis dan memutuskan ini jalan terbaik kedepan. Proses ini dimaksudkan untuk memberi kami fleksibilitas penting saat kami mencari alternatif strategis untuk mendukung transformasi kami menjadi perusahaan yang mengutamakan teknologi digital dan lebih siap melayani para pemangku kepentingan kami," imbuhnya.

Perusahaan meminta pengadilan agar operasinya dapat terus berjalan melalui mitra penjualan, ritel, dan platform daring.

Sekedar informasi Tupperware didirikan oleh ahli kimia, Earl Tupper, pada tahun 1946. (Azka Fahreza Antoni Putra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Beroperasi #ekonomi #Kebangkrutan #Distrik Delaware #tupperware #Pabrik Tupperware #amerika serikat #Tupperware Brands Corporation #CEO Tupperware