Alibaba Luncurkan AI Qwen 3.8-MAX, Klaim Lebih Cerdas dan Murah, Saham Langsung Melonjak 6%

Bahana. • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:49 WIB
Raksasa teknologi asal China, Alibaba Group
Raksasa teknologi asal China, Alibaba Group

Raksasa teknologi asal China, Alibaba Group, kembali memperkuat posisinya dalam persaingan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan meluncurkan model terbaru bernama Qwen 3.8-MAX. Kehadiran model AI generatif tersebut langsung disambut positif oleh pasar, tercermin dari lonjakan harga saham Alibaba yang naik sekitar 6 persen pada perdagangan Senin (3/8).

Saham Alibaba yang diperdagangkan di Bursa Hong Kong tercatat menguat hingga menyentuh HK$124 per lembar setelah perusahaan mengumumkan peningkatan signifikan pada teknologi AI andalannya.

Dalam pengumuman resminya, Alibaba menjelaskan bahwa Qwen 3.8-MAX hadir dengan berbagai penyempurnaan dibandingkan generasi sebelumnya. Model ini menawarkan peningkatan pada kemampuan penalaran (reasoning), pemrograman (coding), agen AI (AI agent), hingga pemahaman multimodal yang memungkinkan sistem mengolah berbagai jenis data, seperti teks dan gambar, secara lebih efektif.

Tak hanya meningkatkan performa, Alibaba juga mengklaim model terbaru tersebut memiliki biaya inferensi yang lebih rendah. Dengan demikian, penggunaan AI menjadi lebih efisien bagi pengembang maupun perusahaan yang mengadopsinya.

Baca Juga: Double Winner”, Abimanyu Melesat Kibarkan Merah Putih Dua Kali di Thailand

Qwen 3.8-MAX dibangun menggunakan arsitektur Qwen 3.5 dan memiliki total sekitar 2,4 triliun parameter, dengan 95 miliar parameter aktif saat dijalankan. Alibaba juga mengumumkan bahwa model ini akan menjadi seri Max pertama yang bobot modelnya (weights) tersedia secara open source mulai pekan depan.

Langkah tersebut diperkirakan akan mempercepat adopsi teknologi AI Alibaba oleh komunitas pengembang global sekaligus memperluas ekosistem Qwen di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Alibaba mengungkapkan hasil pengujian internal menunjukkan Qwen 3.8-MAX mampu bersaing dengan model AI papan atas asal Amerika Serikat, termasuk yang dikembangkan oleh OpenAI dan Anthropic.

Dalam sejumlah pengujian, terutama pada kategori coding, pemahaman multimodal, dan tugas-tugas teknik (engineering), model terbaru Alibaba diklaim mampu mengungguli beberapa kompetitornya. Namun, pada sejumlah pengujian penalaran umum (general reasoning), performanya masih sedikit berada di bawah model AI terdepan dari Amerika Serikat.

Peluncuran Qwen 3.8-MAX menjadi bagian dari strategi besar Alibaba untuk memperkuat bisnis AI dan komputasi awan (cloud computing). Perusahaan terus meningkatkan investasi demi mengejar dominasi di sektor AI yang kini menjadi fokus utama industri teknologi global.

Sebelumnya, Alibaba telah mengumumkan rencana investasi lebih dari 380 miliar yuan atau sekitar US$56 miliar dalam tiga tahun ke depan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur AI.

Investasi jumbo tersebut ditujukan untuk memperkuat pusat data, layanan cloud, serta pengembangan model AI generatif yang semakin kompetitif.

Persaingan industri AI di China juga semakin memanas setelah kemunculan model AI berbiaya rendah dari DeepSeek yang mengubah dinamika kompetisi pada awal tahun ini. Selain DeepSeek, Alibaba juga harus menghadapi persaingan dari perusahaan teknologi besar lainnya seperti Baidu dan Tencent yang terus memperkenalkan inovasi AI terbaru.

Baca Juga: Resmi Dikukuhkan, Pengurus DPC PKB Sleman Periode 2026–2031 Siap Perkuat Barisan dan Jaga Marwah NU

Dengan peluncuran Qwen 3.8-MAX, Alibaba berharap dapat memperkuat daya saingnya, tidak hanya di pasar domestik China, tetapi juga di panggung global yang masih didominasi oleh pengembang AI asal Amerika Serikat.

Editor : Bahana.
Qwen 3.8-MAX Teknologi China Saham Alibaba alibaba artificial intelligence