Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi di Gowa, Agrowisata Terpadu Dongkrak Panen Petani hingga 3 Kali Setahun

joko suhendro • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:45 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan

GOWA – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui pengembangan kawasan berbasis pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) Bulutana sebagai destinasi edu-agrowisata di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (5/8/2026).

Peresmian KSA Bulutana menjadi bagian dari program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera, dan Mandiri (PKT BERSERI), sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim yang mengintegrasikan pengembangan sektor pertanian dengan pariwisata berbasis masyarakat.

Acara tersebut dihadiri jajaran manajemen Pupuk Kaltim, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta masyarakat petani setempat.

AVP Pembangunan Sosial dan Lingkungan Departemen TJSL Pupuk Kaltim, Uchin Mahazaki, menjelaskan bahwa program TJSL perusahaan tidak hanya difokuskan di sekitar wilayah operasional, tetapi juga menjangkau daerah distribusi sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan sektor pertanian nasional.

Baca Juga: FKG UGM Cetak Sejarah, Raih Peringkat 1 Dunia Versi WURI 2026 dan Borong Tiga Rekor MURI

"Kami bertanggung jawab bukan hanya terhadap produksi, tetapi juga wilayah distribusi kami. Sulawesi Selatan merupakan salah satu pasar penting Pupuk Kaltim di Indonesia Timur, sehingga menjaga kesuburan lahan di wilayah ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan," ujarnya.

Program Berjalan Bertahap Hingga 2027

Menurut Uchin, pendampingan melalui PKT Berseri telah dimulai sejak 2023 dan disusun dalam roadmap hingga 2027.

Pada tahun pertama, perusahaan menginisiasi proyek percontohan dekomposer sebagai langkah awal menuju sistem pertanian ramah lingkungan. Memasuki 2024, fokus program diperluas melalui berbagai pelatihan budidaya, pengendalian hama, pemupukan berimbang, hingga pembuatan pupuk organik.

Salah satu infrastruktur yang dibangun adalah eco-trail sepanjang 230 meter yang mempermudah petani mengangkut hasil panen dari lahan sawah yang berada di kawasan dataran tinggi.

"Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan target yang terukur sehingga seluruh program dapat saling terintegrasi dan membuka berbagai peluang usaha baru bagi masyarakat," jelas Uchin.

Pada 2025, Pupuk Kaltim memperkuat kapasitas kelembagaan kelompok tani, meningkatkan pengelolaan pascapanen, sekaligus menyediakan alat produksi kompos.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan

 

Sementara pada 2026, pengembangan difokuskan pada pembangunan infrastruktur kawasan, konservasi sawah berkelanjutan, penyediaan fasilitas wisata hijau, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga promosi destinasi Kampung Sawah Abadi.

Adapun pada 2027, kawasan ini ditargetkan menjadi destinasi agroeduwisata unggulan melalui standardisasi kawasan, sertifikasi Desa Wisata Hijau Bulutana, serta pembentukan skema insentif konservasi sawah.

Produktivitas Panen Meningkat Signifikan

Program PKT Berseri memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.

Ketua Pengelola Kampung Sawah Abadi, Syafruddin, mengatakan keberadaan eco-trail menjadi solusi utama dalam mempercepat distribusi hasil panen yang sebelumnya menjadi kendala akibat kondisi geografis perbukitan.

Baca Juga: Persaingan Ketat Perebutan Posisi Inti Paskibraka Gunungkidul, Latihan Dimulai Subuh

"Sekarang setelah ada jembatan, hasil panen yang dipetik hari ini bisa langsung dibawa pulang malam harinya. Dampaknya kami mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun," katanya.

Sebelum program berjalan, produktivitas sawah rata-rata hanya mencapai 4 ton per hektare dengan dua kali masa tanam setiap tahun.

Kini, produktivitas meningkat menjadi 6 hingga 7 ton per hektare, sementara indeks pertanaman bertambah menjadi tiga kali panen dalam satu tahun berkat kolaborasi petani bersama kelompok pemuda Bulutana.

Agrowisata Libatkan Pemuda Desa

Keberhasilan program tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga melahirkan ekosistem ekonomi baru melalui pengembangan agrowisata.

Kelompok pemuda Bulutana kini ikut mengelola aktivitas wisata di kawasan Kampung Sawah Abadi. Sebagian pendapatan yang diperoleh dialokasikan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian, mulai dari penyediaan benih, pupuk hingga pembayaran pajak lahan petani.

Selain itu, masyarakat juga mengembangkan sistem digital Sipadi, yang memungkinkan wisatawan ikut menanam padi secara langsung sekaligus memantau pertumbuhan tanaman melalui aplikasi digital.

"Pendapatan dari pengelolaan eco-trail sebagian dikembalikan untuk membantu kebutuhan petani, mulai dari bibit, pupuk hingga pembayaran pajak lahan. Semua pihak bisa merasakan manfaatnya," ujar Syafruddin.

Jadi Contoh Regenerasi Petani

Baca Juga: Inovasi Cerdas Siswa SMPN 1 Turi Ciptakan Alat Deteksi Makanan Basi, DPRD Sleman Dorong Paten dan Produksi Massal

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, mengapresiasi konsep Kampung Sawah Abadi yang memadukan pertanian, wisata alam, dan budaya lokal dalam satu kawasan.

Menurutnya, model seperti ini dapat menjadi solusi regenerasi petani sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk kembali membangun desa melalui sektor pertanian.

"Anak-anak muda yang telah menyelesaikan pendidikan di kota tidak perlu ragu kembali ke desa. Pertanian saat ini memiliki peluang besar jika dipadukan dengan sektor pariwisata. Program seperti ini layak direplikasi di berbagai daerah di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Melalui PKT Berseri, Pupuk Kaltim berharap Kampung Sawah Abadi Bulutana dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran agroeduwisata yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Editor : Bahana.
Kampung Sawah Abadi Agrowisata sulawesi selatan gowa pupuk kaltim