Lion Group membatalkan ratusan penerbangan yang terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma pada Senin, 7 September 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah kedua bandara tedampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan sementara waktu berstatus ditutup untuk operasional penerbangan.
Secara keseluruhan, terdapat 275 penerbangan Lion Group yang terdampak pembatalan dalam perkembangan operasional hingga pukul 18.00 WIB. Pembatalan mencakup penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Super Jet Air yang berangkat maupun menuju Jakarta.
Di Bandara Soetta, pembatalan terjadi pada sekumlah rute domestik dan internasional yang dilayani maskapai dalam kelompok usaha tersebut. Sementara di Halim Perdanakusuma, penerbangan Batik Air menuju dan dari sejumlah kota juga ikut dihentikan sementara karena kondisi ruang udara belum dinyatakan aman.
Keputusan menghentikan penerbangan berkaitan dengan resiko abu vulkanik terhadap pesawat dan wilayah udara yang dilalui. Kondisi sebaran abu dapat berubah mengikuti aktivitas gunung api serta arah dan kecepatan angin, sehingga operasional penerbangan harus menyesuaikan informasi terbaru dari otoritas penerbangan.
Baca Juga: Sejarah Perang Dunia I, Tragedi Besar yang Sebenarnya Masih Punya Jalan untuk Dicegah
Lion Group menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak menjadi pertimbangan utama sebelum penerbangan kembali dijalankan. Untuk pelanggan yang terdampak, maskapai menyediakan pilihan perubahan jadwal penerbangan atau pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku.
Penutupan bandara akibat abu vulkanik merupakan langkah mitigasi untuk mencegah risiko terhadap keselamatan penerbangan selama kondisi udara belum memungkinkan. Penumpang disarankan terus memeriksa informasi resmi maskapai dan otoritas penerbangan karena jadwal serta status operasional dapat berubah mengikuti erupsi Gunung Anak Krakatau.