Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Petani Bulutana Lewat Program PKT BERSERI

joko suhendro • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:57 WIB
Pupuk Kaltim) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pupuk Kaltim) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

GOWA – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Program yang telah berjalan sejak 2023 tersebut diarahkan untuk membangun kapasitas masyarakat melalui pendekatan kawasan terpadu. Pupuk Kaltim memastikan pendampingan yang diberikan tidak hanya menghasilkan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan potensi lokal secara mandiri.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan PKT BERSERI merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun pemberdayaan masyarakat sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Menurut dia, Bulutana memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan berbasis pertanian dan sumber daya lokal. Karena itu, Pupuk Kaltim mendorong potensi tersebut melalui berbagai kegiatan pendampingan, sehingga peningkatan produktivitas pertanian dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai tambah dan peluang ekonomi baru.

“PKT BERSERI bukan sekadar pelaksanaan program Comdev, tapi upaya membangun kemandirian masyarakat secara terstruktur. Kita ingin petani memiliki pengetahuan, kelembagaan, serta kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” ujar Rafli saat meninjau langsung pelaksanaan program di Bulutana, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: Seniman Indonesia, Malaysia, dan Singapura Bersatu di Yogyakarta 2026

Saat ini, PKT BERSERI melibatkan enam kelompok tani dengan total 132 anggota. Program tersebut mencakup lahan seluas 82,50 hektare dan dikembangkan dengan mengintegrasikan sektor pertanian, pengelolaan kompos, serta pariwisata sebagai bagian dari rantai ekonomi kawasan.

Rafli menjelaskan, ketiga sektor tersebut dirancang untuk saling terhubung. Pertanian menjadi fondasi utama aktivitas ekonomi masyarakat, sedangkan pengelolaan kompos diarahkan untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, sektor pariwisata dikembangkan untuk menciptakan nilai tambah dari potensi alam, aktivitas pertanian, serta kearifan lokal yang dimiliki Bulutana.

“Ketiga aspek ini saling mendukung, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari hasil pertanian, tapi juga dari tumbuhnya aktivitas ekonomi lainnya,” jelas Rafli.

Menurut Rafli, penguatan kelembagaan kelompok tani menjadi salah satu kunci untuk memastikan keberlanjutan program PKT BERSERI. Karena itu, evaluasi bersama masyarakat diperlukan agar pola pendampingan yang diberikan perusahaan tetap sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Pupuk Kaltim) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pupuk Kaltim) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

“Petani adalah pihak yang paling memahami kondisi di lapangan. Maka melalui tinjauan langsung, kami ingin mendengar apa yang menjadi kendala dan kebutuhan mereka. Dari sana kita bisa menyusun langkah bersama, termasuk mendorong inovasi baru yang lebih produktif,” tutur Rafli.

Selain peningkatan kapasitas petani, Pupuk Kaltim juga mendorong penerapan praktik pertanian yang lebih tepat dan efisien. Salah satunya melalui edukasi mengenai pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga efisiensi biaya dan keberlanjutan kegiatan pertanian.

Rafli menegaskan, peningkatan pemanfaatan produk Pupuk Kaltim di kawasan Bulutana bukan merupakan tujuan utama program. Penggunaan pupuk ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem pertanian yang lebih produktif dan efisien.

“Artinya, penggunaan pupuk harus tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat cara. Ketika produktivitas meningkat dan biaya semakin efisien, maka seluruh ekosistem pertanian juga akan tumbuh,” lanjut Rafli.

Baca Juga: Campak Merebak Lagi, New York Tetapkan Status Darurat Bencana

Ke depan, Pupuk Kaltim akan melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga konsistensi pengembangan PKT BERSERI.

Rafli berharap masyarakat Bulutana semakin percaya diri dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam mengambil peran sebagai aktor utama pembangunan kawasan.

“Pupuk Kaltim hadir untuk mendampingi, membuka akses, dan memperkuat kapasitas. Tapi masyarakat Bulutana adalah aktor utama yang akan menentukan masa depan program ini. Kami ingin PKT BERSERI terus hidup dan berkembang meskipun nantinya pendampingan perusahaan berakhir,” tegas Rafli.

Komisaris Pupuk Kaltim, Sukardi Rinakit, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai keberhasilan PKT BERSERI tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan ataupun bantuan yang telah diberikan perusahaan.

Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah kemampuan masyarakat dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan manfaat program secara mandiri.

Karena itu, kegiatan peninjauan dan evaluasi menjadi momentum bagi perusahaan bersama masyarakat untuk melihat perkembangan program secara terbuka. Penguatan kelembagaan kelompok tani juga terus didorong agar masyarakat mampu mengambil keputusan, mengelola potensi lokal, membangun jejaring, hingga menghasilkan inovasi secara mandiri.

Baca Juga: UGM Batasi Kegiatan Olahraga bagi Mahasiswa dan Masyarakat Umum di Kawasan Kampus, Ini Penjelasannya

“Bulutana memiliki modal kuat untuk berkembang, baik dari potensi pertanian, kearifan lokal, maupun sumber daya manusia. Modal itu perlu terus dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi yang dapat memberi manfaat dalam jangka panjang,” terang Sukardi Rinakit.

Editor : Bahana.
PKT BERSERI Petani Bulutana Pemberdayaan Masyarakat gowa pupuk kaltim