RADAR MALIOBORO - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Purworejo pastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) di Kabupaten Purworejo aman hingga libur Natal dan tahun baru.
"Ketersedian bapok aman sampai nataru nanti meski ada beberapa harga bapok yang tinggi," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Bahan Pokok Penting dan Metrologi (Perbamet), DKUKMP Kabupaten Purworejo Yunita Dewi Onggowati saat ditemui Kamis (7/12).
Per Jumat (1/12) lalu ketersediaan beras di Kabupaten Purworejo sebanyak 2654,64 ton, minyak goreng 234.655,56 liter, gula 696,20 ton, bawang putih dua ton, bawang merah dua ton, daging ayam 60 ton, daging sapi 29,60 ton, cabai besar 3,30 ton, cabai rawit 2,90 ton, terigu 250,81 ton, kedelai 24,10 ton, dan telur 57,70 ton. "Itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," sambung Ita, sapaanya.
Saat ini harga bapok stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan seperti harga gula pasir. Kenaikan harga gula tersebut, kata Ita, mengikuti harga nasional sehingga DKUKMP Kabupaten Purworejo tidak bisa berbuat banyak.
Menurut dia, dari Kementrian Perdagangan (Kemendag), harga gula secara internasional saat ini tengah tinggi. Untuk itu, mempengaruhi harga pasaran secara nasional. "Terlebih, Indonesia masih sangat bergantung pada gula impor," jelas dia.
Menjelang nataru ini, Pemkab Purworejo akan melakukan monitoring ke pasar-pasar di Kabupaten Purworejo untuk mengetahui perkembangan harga di pasaran. Rencananya, itu akan dilakukan pada Senin (11/12) depan bersama tim gabungan Pemkab Purworejo dari bidang hukum, perekonomian, pertanian, perdagangan. "Ada dari Kejaksaan dan Polres Purworejo juga. Itu dalam rangka pengendalian harga," sebutnya.
Sementara, salah satu pedagang kebutuhan pokok di Pasar Baledono Rifai Apin menyebut, harga bapok saat ini untuk bawang merah kisaran Rp 30 ribu per kilogram (kg), bawang putih Rp 32 ribuan, cabai rawit Rp 85 ribu per kg. "Gula pasir tinggi sekitar Rp 17 ribu sampai 17.500, telur Rp 26 ribuan per kg," ungkap dia. (han/pra)