RADAR MALIOBORO – Ada yang berbeda dalam pesta durian di Desa Kedunggong, Kecamatan Sadang. Jika biasanya festival serupa hanya berorientasi pada keuntungan. Tapi kali ini tidak. Penyelenggara bertekad menyisihkan sebagian keuntungan untuk pembangunan selter orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Masyarakat setempat menganggap acara ini 'Makan Durian Berkah'. Artinya, selain berkesempatan menikmati durian unggulan, peserta yang datang juga berkontribusi untuk pembangunan selter ODGJ.
Seperti diketahui, Desa Kedunggong dikenal bukan hanya sebagai penghasil durian. Tapi juga masyhur karena desa ini terdapat pondok ODGJ yang dikelola kelompok masyarakat secara mandiri.
Pada kesempatan panen raya durian kali ini, masyarakat ingin manfaatkan secara optimal. Salah satunya melalui pesta durian dengan konsep dan kemasan berbeda. Mereka ingin pesta tersebut bukan sekedar bicara ekonomi, tapi juga ada nilai sosial. "Dari uang tiket festival, kami sisihkan untuk aksi sosial. Kebetulan disini ada shelter ODGJ yang sedang dibangun," kata penggagas Pesta Durian Kedunggong Paimin, Minggu (17/12).
Paimin berharap, festival di penghujung tahun ini bisa menjadi ladang kebaikan bagi peserta yang datang untuk berburu durian. Bersamaan dengan itu pembangunan pondok ODGJ juga dapat segera terselesaikan. "Saya lihat antusias lumayan. Tadi saya tanya ada orang Jogja, Semarang juga datang," jelas Paimin.
Selter ODGJ di Desa Kedunggong dibangun atas biaya swadaya. Saat ini pembangunan tersendat karena terkendala biaya. Rencananya, tempat pengobatan ODGJ non medis ini diresmikan dalam waktu dekat. "Ada tiga kamar. Sekarang sudah 90 persen. Tinggal pasang listrik sama jendela," bebernya.
Seperti diketahui, Desa Kedunggong merupakan wilayah penghasil durian unggulan. Hamparan alam nan subur membuat masyarakat memilih durian sebagai potensi pertanian. Terlebih, durian memiliki harga stabil di pasaran.
Butuh waktu sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Kebumen untuk sampai di Desa Kedunggong. Desa ini terletak di ujung utara Kebumen. Atau lebih tepatnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo. "Total ada 700 pohon. Sebagian besar sudah panen. Ada jenis lokal dan bawor," ungkap Paimin.
Pria 44 tahun itu mengatakan, panen raya durian di Kedunggong diprediksi masih akan berlangsung hingga memasuki awal tahun. "Musim kemarau cukup bagus. Mungkin Maret masih ada barang," paparnya. (fid/pra)
Editor : Satria Pradika