Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sempat Sentuh 97 Persen, Okupansi Hotel di Sleman Kini Hanya 66,7 Persen

Iwan Nurwanto • Rabu, 27 Desember 2023 | 18:00 WIB
Penugunjung melintas di depan deretan hotel kawasan Jalan Pasar Kembang, Gedong Tengen, Jogja. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
Penugunjung melintas di depan deretan hotel kawasan Jalan Pasar Kembang, Gedong Tengen, Jogja. (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

RADAR MALIOBORO - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman mencatat tingkat keterisian hotel pada musim libur Natal mencapai 97 persen. Sayangnya, hal itu hanya bertahan satu hari.

Ketua PHRI Sleman Andhu Pakerti mengatakan, okupansi hotel pada Sabtu (23/12) memang sempat mencapai 97,35 persen. Namun hari selanjutnya turun menjadi 92,25 persen.

Penurunan kembali terjadi pada Senin (25/12) menjadi 76,37 persen. Kemudian tingkat keterisian kamar hotel di Sleman menyentuh angka 66,7 persen kemarin (26/12).

Pemesanan hotel di Sleman, lanjutnya, mayoritas dilakukan secara online. Prosentasenya sekitar 80 persen untuk yang menggunakan online travel agent (OTA), 15 persen melalui reservasi telepon dan website hotel. “Serta 5 persen lewat front office,” ungkapnya.

Menurut Andhu, pihaknya sudah berupaya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan wisatawan. Seperti mencegah harga sewa hotel di luar kewajaran atau tindakan nuthuk. Langkahnya dilakukan dengan meminta wisatawan memesan melalui aplikasi yang terpercaya.

“Jadi harga di awal sudah saling memahami dan ada kesepakatan.   Saat ini belum ada hal-hal yang bersifat urgensi ataupun kejadian yang merugikan wisatawan dari sisi pelayanan hotel,” ujar Andhu kemarin.

Sementara jika ada kejadian nuthuk harga di anggota PHRI Sleman, Andhu memastikan, bakal ada dialog dan antisipasi ke depannya. Namun diakuinya, memang ada beberapa permasalahan yang terkadang di luar kendali pengelola hotel. “Seperti kemarin terjadinya bentrok antar-pendukung fanatisme partai peserta pemilu, sedikit kami khawatirkan perihal keamanan,” kata Andhu.

Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memastikan ada sanksi bagi pelaku usaha dan petugas parkir yang memberlakukan harga tidak semestinya atau nuthuk kepada wisatawan. Khususnya selama musim libur nataru.

Oleh karena itu dia meminta, masyarakat dan pengusaha lokal bisa menyambut kedatangan wisatawan dengan selalu tersenyum dan ramah. Sehingga harapannya para wisatawan yang menghabiskan masa liburannya di Sleman bisa merasa nyaman. “Jangan sampai nuthuk atau menaikkan harga hanya untuk memanfaatkan momen ini. Bakal kita kenakan sanksi,” tegas Kustini. (inu/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#okupansi hotel #sleman #nataru