Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Apa Itu Hilirisasi Digital Yang Disebutkan Gibran Saat Debat Cawapres?

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 27 Desember 2023 | 21:05 WIB
Ilustrasi hilirisasi digital. (linkedin.com)
Ilustrasi hilirisasi digital. (linkedin.com)

 

RADAR MALIOBORO – Belakangan kata hilirisasi kerap terdengar. Apalagi jelang pesta demokrasi Pemilu 2024 ini. 

Pada saat berlangsungnya debat cawapres beberapa hari yang lalu, salah satu cawapres yaitu Gibran menyebutkan bahwa untuk mencapai cita-cita menuju Indonesia Emas tahun 2045, perlu mendorong kebijakan hilirisasi digital.

Lalu apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan hilirisasi digital itu?

Dilansir dari menpan.go.id, Hilirisasi merupakan suatu proses trasformasi ekonomi berkelanjutan di mana kebijakan industrialisasi berbasis komoditas bernilai tambah tinggi, menuju struktur ekonomi yang lebih kompleks.

Kebijakan hilirisasi digital merupakan rancangan dari Presiden Jokowi.

Menurut Gibran kebijakan tersebut perlu dilanjutkan. Baik hiliriasasi pada sektor tambang, pertanian, perikanan, digital, dan lainnya.

Menurut Gibran, hilirisasi adalah konsep yang menjunjung pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.

Dengan kebijakan hilirisasi, Indonesia akan menjadi negara yang tidak hanya besar dari segi konsumen tetapi juga dari segi produsen.

Akan tetapi, banyak pengamat yang mengaku tidak mengerti apa itu kebijakan hirilisasi digital.

Ada pengamat yang mengatakan bahwa tidak ada istilah hirilisasi digital dalam dunia akademik.

Adapun juga yang mengatakan bahwa kebijakan hirilisasi yang dikatakan Gibran tersebut agak rancu, karena digital merupakan jasa bukan barang industri ataupun komoditas.

Mendengar hal tersebut, Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran yaitu Budiman Sudjatmiko memberikan pernyataan bahwa hilirisasi digital yang dimaksud Gibran mempunyai makna dua hal.

Pertama, hilirisasi digital yang dimaksud adalah sebagai bentuk pembangunan ekosistem digital atau digitalisasi rantai pasok.

Lebih lanjut Budiman mengatakan, membangun ekonomi digital itu tidak hanya cukup pengembangan aplikasi saja tetapi juga mempersiapkan infrastruktur jaringan atau konektivitas internet dan membangun industri perangkat digitalnya.

Pengembangan hilirisasi digital dengan pendekatan ekosistem digital biasa disebut dengan istilah Device, Network, and Application (DNA).

Oleh karena itu, seperti yang dikatakan Gibran, untuk mengingat pentingnya membangun sistem Cyber Security and Cyber Defense untuk ekonomi digital karena data dan pengolahan data secara digital memiliki nilai tambah ekonomi yang besar.

Kedua, hilirisasi digital yang dimaksud yaitu dengan melakukan digitalisasi secara intensif dalam suatu rantai pasok industri.

Pemaknaan kedua tersebut, berkaitan dengan potensi teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam proses di semua industri.

Sebagai contoh yaitu pada rantai pasok pangan, maka hilirisasi digital dimaknai dengan penerapan digital untuk pengembangan pupuk dan bibit unggul, proses produksi melalui IOT Smartfarming, digitalisasi logistik dan distribusi, serta digitalisasi pengolahan hasil pertanian hingga pengembangan e-commerce sector pangan. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Butuh 4,33 Juta Lembar Surat Suara, KPU Sleman Masih Hitung Jumlah Tenaga Pelipat

Editor : Meitika Candra Lantiva
#ekonomi #hilirisasi digital #Gibran Rakabuiming Raka #Kompleks #debat cawapres #transformasi #hilirisasi