RADAR MALIOBORO - Wisatawan Asal Tangerang dan Taiwan Jadi Pelancong Pertama Candi Borobudur di 2024
Ani Supriyono dari Tangerang, Banten dan Morgan Chong wisatawan mancangera asal Taiwan menjadi pengunjung pertama di Candi Borobudur Magelang Senin (1/1). Berbagai penyambutan pun disiapkan bagi pengunjung di hari pertama 2024.
Ani Supriyono mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan kehormatan. Sekitar pukul 06.30, pengunjung tersebut diarak dari maingate menuju marga utama. Mendapat pengalungan syal batik ecoprint motif daun bodhi. Mereka juga menanam pohon bodhi yang merepresentasikan tema Blessing in Harmony. “Saya sebetulnya mau ke sini kemarin, tapi hujan deras. Justru malah dapat penghargaan,” paparnya.
Ani bersama keluarganya tercatat menjadi wisatawan domestic pertama yang berkunjung ke Candi Borobudur di 2024. Kunjungan ini merupakan kali kedua baginya. Menurutnya, Candi Borobudur banyak sekali mengalami perubahan setelah puluhan tahun tidak berkunjung.
Senada dengan Ani, pengunjung asal Taiwan Morgan Chang mengaku sangat beruntung dan bahagia karena disambut sedemikian rupa oleh manajemen Candi Borobudur. Dia menyebut, sudah berkunjung ke Candi Borobudur selama empat kali. “Saya sangat suka di sini (Candi Borobudur, Red). Baru pertama kalinya dapat penyambutan seperti ini,” sebutnya.
Keduanya menjadi bagian dari target 1,56 juta kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur pada 2024 ini. Sepanjang 2023, kunjungan di Candi Borobudur menembus angka 1,4 juta wisatawan. Jumlah tersebut sudah melampaui target yang ditetapkan. Komposisinya sekitar 90 persen wisatawan domestik dan 10 persen wisatawan mancanegara.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM, PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Mohamad Nur Sodiq menuturkan, jumlah kunjungan tersebut selalu meningkat setiap tahunnya. Apalagi pada 2023, wisatawan sudah diperbolehkan naik candi. Namun, dibanding 2019 atau sebelum pandemi, jumlahnya memang belum begitu menggembirakan.
Kunjungan naik candi itu sudah dilakukan secara bertahap dan terbatas sejak awal Maret 2023 lalu. Hal itu menuai respons positif dari para pelaku wisata dan masyarakat. “Sekarang sudah tidak ada batasan berkunjung ke candi,” ujarnya, Senin (1/1).
Dia mengutarakan, kunjungan naik ke candi itu dibatasi 1.200 orang per hari. Setiap harinya, kuota naik ke candi itu selalu ludes diburu wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara. Kendati begitu, dia belum bisa memastikan ada penambahan kuota naik candi. Lantaran ada sejumlah regulasi yang diterapkan dan pengelola juga harus mengikutinya.
Kunjungan naik candi tersebut, kata dia, praktis mempengaruhi jumlah wisatawan. Antusiasme wisatawan dinilai tinggi. Lebih-lebih, Sodiq melihat, tren kunjungan ke Candi Borobudur semakin bagus sejak awal hingga akhir 2023. “Ada tren kenaikan jumlah pengunjung. Termasuk dari wisatawan mancanegara. Itulah yang sangat kami apresiasi,” jelas dia.
Sementara itu, General Manager TWC Unit Borobudur Jamaludin Mawardi menyebut, selama 2023, rata-rata kunjungan berkisar antara 2.300 hingga 2.500 orang per hari. Untuk hari libur, ada peningkatan jumlah wisatawan. Yakni sekitar 4.000 hingga 5.000 orang per hari. (pra)
Editor : Satria Pradika