Secara rinci, PTFI membayar bea keluar sebesar US$160 juta atau setara dengan Rp2,52 triliun pada kuartal keempat 2023.
Sementara itu, di paruh kedua tahun lalu, bea keluar konsentrat tembaga perusahaan sebesar 7,5 persen mengingat PTFI telah menyelesaikan lebih dari 90 persen pembangunan smelter katoda tembaga baru di Gresik, Jawa Timur.
Melansir dari bloombergtechnoz.com, Jumat (26/1) hal ini mengikuti aturan dari Menteri Keunganan, Sri Mulyani pada (12/7) lalu, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 71/2023 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.
“Berdasarkan revisi peraturan (menteri keuangan), PTFI mengenakan bea keluar konsentrat tembaga sebesar 7,5 persen pada semester kedua 2023,” tulis Freeport-McMoran Inc, induk PTFI, dalam laporan keuangan kuartal IV-2024.
Berdasarkan beleid yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 12 Juli 2023 tersebut, tarif bea keluar konsentrat tembaga bagi perusahaan dengan progres smelter 70-90 persen dikenakan 7,5 persen pada periode 17 Juli-31 Desember 2023 dan naik menjadi 10 persen pada periode 1-31 Mei 2024.
Sekedar informasi, pemerintah resmi menaikan besaran tarif bea keluar baru untuk konsentrat mineral, termasuk tembaga, termasuk juga aturan mengenai syarat minimal kemajuan pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) bagi perusahaan yang masih berhak mengekspor konsentrat mineral seperti PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Internasional Tbk.
Berdasarkan Pasal 11 ayat (4) PMK 71, disebutkan bahwa bea keluar (BK) atas ekspor produk pengolahan mineral logam didasarkan pada kemajuan fisik pembangunan smelter yang harus mencapai minimal 50 persen.
Adapun tarif ekspor konsentrat tembaga yang baru untuk periode hingga akhir tahun ini adalah 10 persen untuk pembangunan smelter Tahap I, 7,5 persen untuk Tahap II, dan 5 persen untuk Tahap III.
Sedangkan bea keluar untuk konsentrat besi, timbal, dan seng masing-masing sebesar 7,5 persen untuk Tahap I, 5 persen untuk Tahap II, dan 2,5 persen untuk Tahap III.
Editor : Bahana.