RADAR MALIOBORO - Investasi memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik Finlandia melaporkan total pembentukan modal (PMTB) meningkat sebesar 5,02 persen pada kuartal terakhir tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Pangsanya terhadap produk domestik bruto (PDB) negara itu sebesar 30,57 persen.
Berdasarkan informasi Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi yang dilakukan sepanjang tahun 2023 sebesar Rp 1418,9 triliun. Nilai penanaman modal asing sebesar Rp744 triliun. Lima negara teratas yang berinvestasi di Indonesia adalah Singapura, Tiongkok, Hong Kong, Jepang, dan Malaysia.
Baca Juga: Erick Estrada Menangis Saat Konferensi Pers Film Mendung Tanpo Udan di Kawasan Senayan Jakarta
Eka Fitria, Kepala Kementerian Keuangan dan Perbankan Internasional Bank Mandir, menyatakan melemahnya perekonomian Tiongkok, Hong Kong, dan Jepang yang sedang mengalami resesi ekonomi akan berdampak pada perekonomian dalam negeri, khususnya investasi. sektor Namun tujuan investasi Indonesia tidak hanya terbatas pada negara-negara tersebut. Investasi dari benua lain tumbuh setiap tahunnya.
Baca Juga: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebut KUA Akan Menjadi Tempat Pernikahan Semua Agama
“Tetapi berdasarkan kedekatan geografisnya, sangat logis jika selama ini negara-negara tersebut menjadi investor terbesar,” kata Eka kemarin (21 Februari) di auditorium Plaza Mandir.
Baca Juga: Resep Ikan Tongkol Suwir Rumahan yang Enak dan Sederhana
Guna meningkatkan investasi dalam negeri, Bank Mandiri bersama anak perusahaan Mandiri Sekuritas menyelenggarakan Mandiri Investment Forum (MIF) 2024. Rencana investasi tahunan tersebut berlangsung selama lima hari mulai tanggal 4 hingga tanggal 8. hingga Maret 2024. Pesertanya sekitar 20 ribu dari 30 negara.
Baca Juga: Wajib Dicoba ! Ini Dia 3 Rekomendasi Hand Body yang Memutihkan Kulit
Pada pelaksanaan komisi multilateral, usulan proyek Ibu Kota Pulau (IKN) tidak disebutkan secara eksplisit seperti tahun sebelumnya. Sebaliknya, yang dibahas adalah sumber-sumber penting pertumbuhan Indonesia, salah satunya adalah sektor manufaktur dan pertanian. “MIF merupakan platform yang menawarkan cakrawala investasi yang luas. Dari Sabang hingga Merauken. Bukan untuk jenis investasi tertentu. Kami menawarkan segalanya mulai dari investor ekuitas hingga investasi langsung. “IKN hanya salah satunya,” jelasnya.
Baca Juga: Cegah Diabetes ! Ini Dia Batas Ideal Konsumsi Gula Harian yang Perlu Diperhatikan !
Berdasarkan hasil riset tim Ekonom Bank Mandir, sektor manufaktur merupakan penyumbang PDB terbesar. Namun, porsinya menurun dari sekitar 20 persen menjadi 18 persen sebelum pandemi. Revitalisasi industri sangat penting karena beberapa industri tersebut mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan dan menyerap tenaga kerja yang cukup besar.
Baca Juga: Melihat Pergerakan Bitcoin 60 Hari Sebelum Halving, Potensi Naik atau Turun?
Sementara itu, pertanian merupakan sektor dengan dampak terbesar kedua terhadap pertumbuhan ekonomi. “Seiring dengan meningkatnya ancaman perubahan iklim, ketahanan pangan menjadi isu penting untuk mencapai keberlanjutan ekonomi,” kata Eka.
Baca Juga: Indonesia Juara Mobile Legends pada Kejuaraan Esport Dunia
Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil, Indonesia percaya diri. Kepala Ekonom Bank Mandir Andry Asmoro mengatakan perekonomian Indonesia masih sangat tangguh pada tahun 2023 di tengah berbagai gejolak global. Sepanjang tahun 223, perekonomian dunia menghadapi inflasi dan suku bunga yang tinggi seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Mencicipi Gurihnya Bubur di Bubur Bakar Pak Soleh
“Hal ini mencerminkan terbatasnya konsumsi masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah. Menurut Mandir Expenditure Index (MSI), tabungan masyarakat berpendapatan rendah terus menurun sehingga menurunkan konsumsi,” kata pria yang akrab disapa Asmo ini.
Baca Juga: The Game Awards 2023: PUBG Mobile Menjadi Nominasi Game Esports Terbaik
Dengan melemahnya Tiongkok dan Hong Kong, ia yakin Indonesia punya peluang. Indonesia bersama Singapura menerima banyak uang asing. Yang terpenting memang keberlanjutan perubahan ekonomi itu nyata.
“Indonesia bersama sama dengan India adalah salah satu dari negara tujuan investasi di Asia,” tandasnya.
Mandiri Sekuritas akan menghadirkan 200 investor dari berbagai negara dengan total dana kelolaan sekitar USD 12 triliun melalui Site Visit dan Corporate Day. Seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, negara-negara Eropa, dan Amerika Serikat.
Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas Silva Halim menyatakan, pelemahan ekonomi Tiongkok dan Hongkong justru Indonesia dan negara ASEAN lainnya diuntungkan. “Global portfolio investor’s overview menunjukkan yang semula mau investasi ke Asia di dua negara itu, sekarang mereka melihat Indonesia. Bisa kita lihat juga dari year-to-date portfolio inflow dana asing ke bursa saham sudah hampir Rp 20 triliun. Artinya tren investasi dari luar negeri masih masuk terus,” ujarnya. {}
Editor : Iwa Ikhwanudin