Dilansir dari Radar Solo salah satu perajin pisau yang terletak di Desa Sagaran, Kecamatan Delanggu mengalami peningkatan pesanan hampir mencapai dua kali lipat.
“Ya mengalami peningkatan jelang Idul Adha ini. Dari sebelumnya memproduksi bisa mencapai 20 kodi, kini menjadi 30 kodi, hingga 35 kodi,” ujar perajin pisau yaitu Sri Ayumi (45), pada Kamis (13/6).
Ayumi mengatakan bahwa permintaan dari pelanggan mengalami peningkatan yang datang dari berbagai wilayah seperti Sragen, Cirebon hingga luar Pulau Jawa tidak hanya di pasaran Klaten saja.
“Kami jual Rp. 60 ribu per kodinya. Setiap kodi itu ada 20 biji pisau. Pemasarannya di sejumlah pasar tradisional,” ujarnya.
Pisau yang ia buat berbahan utama dari besi baja yang tetap memperhatikan tingkat ketajaman dengan mengasah menggunakan kikir.
Baca Juga: 3 Tempat Gelato yang Enak dan Hits di Jogja, Wajib Banget Mampir
Ia telah puluhan tahun menjadi perajin pisau.
Selain Ayumi, perajin pisau lainnya yang mengalami permintaan adalah Jinanto (50).
Berasal dari Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten.
“Kalu ramainya sudah beberapa minggu ini. Memang biasanya pemesanan pisau itu meningkat ketika menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Kebanyakan dari bakul (penjual),” ujar Jinanto.
Baca Juga: Taman Pelangi Jogja Sebagai Wisata Malam yang Instagramable
Jinanto dalam sehari memproduksi kurang lebih 100-120 biji pisau. Kemudian dijual dengan harga Rp4.000 per pisau atau Rp. 65.000 hingga Rp. 70.000 per kodi.
Produksi pisau Jinanto hingga ke Jogja, Salatiga hingga ke Semarang. Ia telah menjadi perajin pusau selama kurang lebih 10 tahun lamanya.