Terkenal akan budaya sebagai destinasi wisata yang sangat menjanjikan.
Mulai dari Keindahan alam, seperti Bali, Raja Ampat, Lombok hingga kekayaan budaya di Yogyakarta.
Hal ini berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara.
Tak heran, jika jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung Indonesia mencapai 927.746 pada Januari 2024.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga telah melakukan investasi besar-besaran terhadap pembangunan infrastruktur pariwisata.
Hasil terbaru dari Travel & Tourism Development Index yang dirilis resmi oleh WEF (World Economy Forum) pada 21 Mei 2024 lalu, menunjukkan fakta yang mengejutkan, bahwa Indonesia berhasil naik peringkat dari posisi 32 menjadi 22 dari 119 negara, Berdasarkan TTDI (Travel Tourism Development Index) atau Indeks Kinerja Pariwisata.
Sementara di kawasan Asia Pasifik, Indonesia mendapat urutan ke-6, serta urutan ke-2 untuk kawasan Asia Tenggara.
Ini merupakan salah satu prestasi yang patut di banggakan dalam Sektor Pariwisata Indonesia.
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kabaparekraf) mengatakan, Indonesia kembali melewati ranking Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Meskipun ada peningkatan, namun Indonesia masih kalah bersaing dengan Singapura dalam hal pengembangan pariwisata.
Bahkan, Presiden Joko Widodo sendiri telah menyoroti hal ini dalam pidatonya, dan mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi pariwisata yang lebih baik, namun belum mampu mengoptimalkannya.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan Indonesia tertinggal dari Singapura antara lain:
• Infrastruktur: Singapura memiliki infrastruktur yang lebih baik, termasuk transportasi yang efisien, bandara modern, dan fasilitas umum yang terawat. Hal ini memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan memudahkan mereka dalam menjelajahi negara tersebut.
• Konektivitas: Singapura memiliki konektivitas yang sangat baik dengan berbagai negara di dunia, baik melalui jalur udara maupun laut. Hal ini memudahkan wisatawan untuk mencapai Singapura dan membuka peluang bagi pertumbuhan industri pariwisata.
• Promosi: Singapura dikenal sangat agresif dalam mempromosikan destinasi wisatanya. Kampanye pemasaran yang kreatif dan tertarget berhasil menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia.
• Manajemen Destinasi: Singapura memiliki manajemen destinasi yang lebih baik, dengan fokus pada keberlanjutan dan kualitas pelayanan. Hal ini membuat wisatawan merasa puas dan ingin kembali lagi.
• Regulasi: Regulasi yang mendukung industri pariwisata di Singapura juga menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan mereka.
Proses perizinan yang mudah dan birokrasi yang efisien mendorong pertumbuhan bisnis di sektor pariwisata.
Meskipun Indonesia memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata dengan kekayaan alam dan budayanya, beberapa faktor seperti infrastruktur, kebijakan dan regulasi, kebersihan dan keamanan, digitalisasi dan teknologi, serta pelayanan dan sumber daya manusia masih menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Travel & Tourism Development Index 2024 memberikan gambaran yang jelas tentang di mana posisi Indonesia saat ini dan area mana yang perlu diperbaiki.
Dengan komitmen dan kerja keras, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia.
Penulis: Siska Andaniar Nadia Rahma
Editor : Bahana.