Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sehat, Hemat, dan Waras: 3 Kesalahan Mahasiswa dalam Ngatur Uang

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 12 Desember 2025 | 17:25 WIB
Ilustrasi manajemen mengatur uang.
Ilustrasi manajemen mengatur uang.

RADAR MALIOBORO - Sebagai mahasiswa luar daerah yang tinggal di perantauan, mengatur finansial menjadi hal yang wajib dilakukan, apalagi kalau teman-teman bukan anak orang kaya atau konglomerat.

Namun, banyak mahasiswa melakukan kesalahan yang tanpa disadari dapat mengancam kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Apa saja kesalahan-kesalahan tersebut? Yuk disimak!

1. Membeli makanan murah yang tidak bergizi

Kalau setiap hari makan nasi dengan mie instan atau cilok, yang semuanya hanya karbohidrat, apakah tubuh teman-teman akan kuat? Padahal kegiatan perkuliahan sangat padat, apalagi jika sambil bekerja atau berorganisasi.

Beberapa mahasiswa memilih makan seadanya yang penting kenyang. Di sisi lain, mereka justru sering nongkrong di kafe sambil membeli kopi susu yang harganya cukup mahal. Ini adalah kebiasaan yang keliru, selain mengganggu kesehatan juga berpotensi membuat pengeluaran semakin besar.

Membeli beraneka ragam real food di warteg bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk tetap hemat dan sehat. Teman-teman juga harus memahami bahwa kebutuhan karbohidrat, protein, dan serat itu wajib dipenuhi, bukan hanya yang penting kenyang.

2. Membeli pakaian murah

Banyak mahasiswa suka mencari pakaian dengan harga yang jauh di bawah harga standar. Padahal, tindakan ini berpotensi membuat teman-teman membeli barang yang sama berulang kali.

Pakaian murah biasanya memiliki kualitas bahan rendah sehingga mudah luntur, melar, atau rusak. Dengan harga dua sampai tiga kali lipat dari pakaian murah, teman-teman sebenarnya bisa mendapatkan bahan yang lebih bagus, nyaman dipakai, dan tahan lama.

Jika pakaian murah cepat rusak dan harus dibeli ulang berkali-kali, teman-teman justru mengeluarkan uang lebih banyak tanpa disadari.

Baca Juga: Gunung Merapi Siaga Level III: 11 Kali Guguran Lava Terjadi, Warga Diminta Waspada Awan Panas dan Lahar

3. Menyewa kost isian

Jenis kos-kosan di sekitar kampus sangat beragam. Ada yang isian (sudah lengkap dengan kasur, seprei, lemari, meja, ember, dan lain-lain) dan ada yang kosongan (tanpa fasilitas tersebut). Harga kamar isian biasanya lebih mahal, dengan selisih sekitar 50–200 ribu rupiah per bulan.

Banyak mahasiswa berpikir bahwa menyewa kamar kost isian lebih hemat karena tinggal menempati saja. Eits, belum tentu! Barang-barang isian sering kali sudah hampir rusak atau kurang layak pakai.

Jika membeli isian sendiri, memang terasa mahal di awal, tetapi selanjutnya jauh lebih ringan. Selain itu, risiko penyakit menular bisa saja muncul jika barang-barang tersebut adalah peninggalan penghuni lama dan tidak higienis.

Dari tiga kesalahan tersebut, semoga teman-teman mahasiswa bisa lebih bijak dalam mengatur pengeluaran tanpa harus menyiksa tubuh maupun mental. Bijak finansial bukan berarti pelit, tetapi tahu mana yang benar-benar penting untuk kesehatan dan keberlangsungan hidup di perantauan. (Affrendi Kurniawan)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#hemat #mahasiswa #uang #sehat #mengatur #Kesalahan #WARAS