RADAR MALIOBORO - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka pada pukul 14.13 WIB, Rabu (28/1/2026), setelah sempat dihentikan 30 menit akibat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8 persen dalam satu hari perdagangan. Penghentian sementara ini dikenal dengan istilah trading halt, sebuah mekanisme yang kembali menjadi sorotan seiring gejolak tajam pasar saham Indonesia.
Trading halt terjadi karena tekanan jual yang terus berlanjut sejak pembukaan pasar, dipicu sentimen global setelah MSCI membekukan evaluasi indeks saham Indonesia mulai Februari 2026. Tekanan tersebut membuat IHSG turun cepat dalam waktu singkat, hingga akhirnya menyentuh batas yang memicu penghentian sementara perdagangan.
Secara teknis, BEI memberlakukan trading halt selama 30 menit ketika IHSG turun lebih dari 8 persen dalam satu hari bursa. Mekanisme ini dirancang sebagai rem darurat pasar, bukan penutupan bursa. Tujuannya adalah memberi waktu bagi investor untuk mencerna informasi yang beredar, menenangkan kondisi pasar yang terlalu volatil, serta mencegah aksi jual panik yang bisa memperparah penurunan indeks.
Sejak Rabu pagi, IHSG sudah langsung tertekan lebih dari 6 persen. Tekanan jual tidak mereda hingga sesi pertama berakhir, bahkan semakin dalam memasuki sesi kedua. Pada pukul 13.42 WIB, IHSG tercatat turun 8 persen ke level 8.261,78, sehingga BEI menghentikan sementara perdagangan mulai pukul 13.43 WIB. Setelah jeda 30 menit, perdagangan kembali dibuka pukul 14.13 WIB tanpa perubahan jadwal.
Penyebab utama gejolak pasar kali ini datang dari keputusan MSCI yang membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks saham Indonesia. MSCI menahan kenaikan porsi kepemilikan asing, tidak menambahkan saham baru ke dalam indeks, serta menunda kenaikan kelas saham. Kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran investor terhadap aliran dana asing dan prospek likuiditas pasar, sehingga memicu aksi jual besar-besaran, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Ke depan, BEI masih memiliki lapisan pengaman lanjutan. Jika setelah perdagangan dibuka kembali IHSG kembali turun lebih dari 15 persen dalam hari yang sama, trading halt bisa diberlakukan kembali selama 30 menit. Sementara jika penurunan menembus 20 persen, BEI dapat melakukan trading suspend hingga akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu hari, dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan perdagangan yang sudah kembali dibuka, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada arah pergerakan IHSG selanjutnya. Trading halt hari ini menjadi pengingat bahwa di tengah tekanan global dan sentimen negatif, volatilitas pasar bisa meningkat tajam, dan mekanisme pengaman seperti trading halt memainkan peran penting untuk menjaga perdagangan saham tetap berjalan secara teratur dan wajar.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin