Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Peringatan Hari AIDS Sedunia, Kenali Gejala AIDS dan Kondisi Pengidap AIDS di Indonesia

Bahana. • Jumat, 1 Desember 2023 | 21:33 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS. (Dok JawaPos)
Ilustrasi HIV/AIDS. (Dok JawaPos)

RADAR JOGJA - Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari Aids Sedunia setiap tahunnya.

Peringatan Hari AIDS di Dunia ini sudah ada sejak tahun 1987 oleh James W.Burn dan Thomas Netter yang merupakan pegawai informasi publik untuk Global Programme on Aids di World Health Organization (WHO) di Jenewa, Swiss.

Hari AIDS sedunia ini berfungsi sebagai pengingat pejuangan global untuk mengakhiri stigma terkait HIV.

Dan menjadi sebuah kesempatan untuk menghormati mereka yang mengalaminya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia ini memiliki tema dan pesan di setiap tahunnya. Pada tahun 2023 ini tema peringatan Hari Aids Sedunia yaitu “ Let Community Lead” atau Biarkan Masyarakat Memimpin.

Pesan utama yang ingin disampaikan melalui pesan tersebut adalah pentingnya peran komunitas dalam mengkampanyekan bahaya dan dampak AIDS untuk mengurangi jumlah penderitanya di seluruh dunia.

Komunitas yang hidup dengan penderita serta komunitas yang beresiko atau terkena HIV dipilih sebagai garda terdepan dalam upaya penanggulangan AIDS. 

Apa Itu Penyakit AIDS?

AIDS adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi berada pada tahap akhir.

Pada kondisi ini tubuh seseorang penderita sudah tidak mampu untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.

Sedangkan HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

Penyakit ini tergolong menular. Penyakit ini disebabkan karena hubungan intim yang dilakukan tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik yang tidak steril saat memakai narkoba. 

Tanda-Tanda dan Gejala AIDS

Pada awalnya, sebagian besar pengidap tidak merasakan gejala apapun.

Namun terdapat beberapa orang yang merasakan demam, sakit kepala, ruam, dan sakit tenggorokan.

Kemudian tahap selanjutnya dapat ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, diare dan batuk.

tanpa adanya pengobatan, penyakit ini akan semakin parah dan menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan serius seperti TBC, meningitis kriptokokus, infeksi bakteri parah, hingga kanker. 

Kondisi Pengidap AIDS di Indonesia

Berdasarkan laporan Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2022, menunjukkan bahwa jumlah kasus AIDS di Indonesia mencapai 9.901 kasus.

Pengidap terbanyak AIDS berasal dari kelompok usia milenial. Pada kelompok usia 30-39 sebanyak 3125 kasus, kelompok usia 20-29 sebanyak 2990, sedangkan pada kelompok usia 40-49 sebanyak 1959 kasus.

Kemudian disusul oleh kelompok usia tua yaitu  50-59 sebanyak 1025 dan pada usia 60 tahun sebanyak 278 kasus.

Selanjutnya, pengidap AIDS di Indonesia pada kelompok usia remaja atau 15-19 tahun sebanyak 288 kasus.

Disusul oleh kelompok usia 5-14 tahun sebanyak 115 kasus. Ada pula pengidap AIDS pada usia balita.

Di antaranya pada kelompok usia 1-4 tahun sebanyak 76 kasus, sedangkan di bawah usia 1 tahun 16 kasus.

Para pengidap AIDS tertular dari berbagai macam faktor diantaranya hubungan heteroseksual, hubungan homoseksual, hubungan seksual, transfusi perinatal, alat suntik tidak steril, dan transfusi darah. (Annida Muthi’ah)

 

 

 

 

 

Editor : Bahana.
#hari aids sedunia #hiv aids