RADAR MALIOBORO – Para peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan varietas padi yang tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri dan blast, serta serangan hama wereng batang coklat biotipe 2.
Dikatakan juga bahwa jenis padi ini cocok untuk ditanam di tadah hujan dan di lahan sawah pada umunya.
Varietas ini adalah benih inbrida ini dihasilkan melalui penyerbukan sendiri oleh satu galur atau varietas.
Sejak tahun 2006, penelitian telah dilakukan pada varietas padi ini, yang diberi nama Gamagora 7, yang merupakan kependekan dari nama gama gogo rancah yang berasal dari mutan rajalele Klaten, dan memiliki potensi produksi 9,80 ton per hektar.
Berdampak pada perubahan iklim global pada produksi padi di Indonesia, Gamaroga 7 ini merupakan varietas ke-3 yang dilepas resmi oleh UGM.
Setelah diuji di delapan lokasi sawah dan eman lokasi tanah tadah hujan di Indonesia, Gamagora7 diharapkan dapat menjadi solusi untuk masalah pengalihan fungsi lahan dan perubahan iklim.