Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Memudahkan tapi Juga Bikin Khawatir, Populix Luncurkan Panduan Penggunaan AI

Reren Indranila • Senin, 4 Desember 2023 | 22:42 WIB
Ilustrasi. (Freepik)
Ilustrasi. (Freepik)

RADAR MALIOBORO - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengalami kemajuan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memudahkan masyarakat dalam menggunakan teknologi dalam setiap aspek kehidupan. Kemudahan itu pun membuat produk produk berbasis AI turut serta mendorong masyarakat dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

Terlepas dari itu, terdapat juga kehawatiran masyarakat mengenai penggunaan teknologi AI tersebut. Hal yang mereka kahawatirkan yaitu mengenai etika, privasi dan dampak teknologi ini terhadap masa depan.

Berangkat dari kekhawatiran masayarakat, Populix akhirnya meluncurkan whitepaper berjudul 'Indonesia 2023 A.I. Living Landscape' dengan tujuan untuk memberikan panduan tentang cara menavigasi perkembangan teknologi AI terkini dari sudut pandang masyarakat dan industri.

Menurut Co-Founder dan CTO Populix Jonathan Benhi, seiring teknologi AI yang saat ini berkembang pesat, ada berbagai factor yang mungkin tidak akan luput dari kemajuan teknologi tersebut.

"Sejatinya AI membawa sekumpulan manfaat sekaligus risiko dalam penerapannya," jelas Jonathan di Jakarta.

Dia juga menyatakan bahwa penggunaan teknologi AI mampu memberikan kemudahan dalam menganailisis data serta mengefisiensikan pekerjaan yang berulang. Hal ini mendorong potensi bisnis bisa terus berkembang secara cepat. Namun kelemahan dari penggunaan AI ini yakni kebocoran data bisa terjadi kapan saja jika teknologi tersebut disalah gunakan.

"Oleh sebab itu, diperlukan penerapan AI yang bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip-prinsip etika dan transparansi di sepanjang siklus hidup AI. Tujuannya adalah untuk memastikan sistem AI tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai sosial dan standar etika yang berlaku di Indonesia," imbuh Jonathan.


Keresahan masyarakat terhadap penggunaan teknologi AI ini, mendapat respons yang cukup banyak dari masyarakat khususnya dalam dunia pekerjaan. Masyarakat khawatir jika pekerjaan mereka nntinya akan digantikan oleh teknologi AI.
Sekitar 55 persen responden menyatakan kekhawatiran dengan adanya teknologi AI yang nantinya akan berdampak pada pekerjaan mereka.

Di sisi lain, banyak orang menganggap AI memungkinkan proses kerja yang lebih efisien berkat kemampuan dalam mengotomatisasi tugas-tugas sederhana dan bersifat berulang. Dengan demikian, karyawan dapat lebih fokus pada aspek pekerjaan yang menuntut sisi kreatif. (Martin Hill Candratya)

 

Editor : Reren Indranila
#Artificial Intelligence (AI) #ai #Populix