RADAR MALIOBORO - MTs Negeri 1 Kebumen terus bertransformasi dalam mewujudkan kerangka layanan pendidikan. Salah satu program unggulan yang kini masuk skala prioritas adalah bidang pengembangan riset, sains dan teknologi (risstek). Program tersebut dicanangkan tanpa menyampingkan aspek akademik sesuai tradisi pendidikan madrasah.
Kepala MTs Negeri 1 Kebumen Fitriana Aenun menyampaikan, siswa madrasah kini mampu bersaing dalam berbagai khazanah keilmuan. Termasuk bidang yang berorientasi pada riset dan teknologi. Terbukti, kalangan madrasah telah mampu mencatatkan prestasi terbaik di berbagai ajang kejuaraan.
"Kami ingin bentuk generasi moderat serta intelektual muslim yang kompetitif di era global," ucapnya, Selasa (5/12).
Dia berpesan agar siswa tak minder mengenyam pendidikan di madrasah. Dari madrasah, menurut Aenun, terbukti mampu melahirkan para tokoh berpengaruh di tanah air. Madrasah juga bukan menjadi pelengkap dunia pendidikan. Tapi perangkat pendidikan yang memiliki tujuan konkret dalam mencetak generasi ilmiah dan amaliah. "Beberapa kali kami juara nasioal. Bahkan sempat peringkat satu nasional untuk UN. Ini adalah buah hasil kerja keras bersama," bebernya.
Aenun optimistis lulusan madrasah akan selalu mewarnai iklim kompetisi dalam banyak bidang. Dari sisi dukungan sarana dan prasarana, madrasah juga sudah sangat memadai. Semua diberikan demi menunjang prestasi siswa dari sisi akademik maupun non akademik.
Lebih lanjut, Aenun menerangkan MTsN 1 Kebumen kini telah dilengkapi tiga gedung baru yang representatif. Meliputi asrama, perpustakaan dan laboratorium. Gedung tersebut diperuntukkan guna meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. "Fasilitas itu sudah sesuai kebutuhan. Kami memang canangkan kurikulum madrasah dipadukan sains dan riset," sambungnya.
Khusus fasilitas perpustakaan dan laboratorium berdiri di atas lahan seluas 1.887 meter persegi. Kedua fasilitas tersebut dirancang satu atap dengan desain bangunan tiga lantai. Adapun perpustakaan dilengkapi berbagai bahan bacaan serta fitur modern. Kemudian, fasilitas laboratorium difungsikan untuk mendalami lintas ilmu. Antara lain fisika, biokimia, IPS dan matematika. Selain itu kultur jaringan, studio digital, PAI serta teknologi terapan. "Kami sedang gerak cepat mendesain metaverse sebagai sarana pembelajaran di madrasah," lanjutnya.
Sementara, khusus asrama sendiri terdiri dari dua bangunan gedung. Masing-masing memiliki luas bangunan 550 meter persegi. Setiap asrama terdapat lima kamar yang mampu menampung lebih dari 50 siswa. "Ada lima program unggulan kami, yaitu kelas tahfidz, infotek, riset, bilingual dan olahraga. Sejauh ini antusias cukup luar biasa," pungkasnya. (fid/ila)
Editor : Reren Indranila