RADAR JOGJA -- LinkedIn membantu orang menemukan pekerjaan dan memperkuat jaringan profesional mereka untuk sukses karir.
Personal branding adalah proses membangun reputasi sehingga orang lain memiliki persepsi yang direncanakan; ini adalah salah satu cara agar akun LinkedIn menarik dan menarik perhatian orang lain.
Reputasi yang baik akan membuat seseorang terlihat lebih baik dan membuka banyak peluang kerja.
Sebagaimana diumumkan pada Rabu (6/12) di laman umn.ac.id, cara berikut untuk membangun personal branding di LinkedIn.
1. Lengkapi Profil dengan yang paling cocok
Untuk membangun personal branding di LinkedIn, pertama-tama Anda harus menyelesaikan isian profil Anda.
Dalam profil Anda, masukkan nama lengkap, deskripsi diri, lokasi, pengalaman kerja, magang, pengalaman berorganisasi, pendidikan terakhir, sertifikasi keahlian, penghargaan, sertifikat bahasa, dan lainnya.
Dalam menulis pengalaman kerja, masukkan informasi penting seperti posisi yang pernah Anda ambil, tugas dan tanggung jawab yang Anda miliki, dan apa yang Anda capai.
2. Menggunakan Konten Headline LinkedIn
Headline LinkedIn adalah teks di profil bagian atas yang memungkinkan pengguna untuk memberikan profil 120 karakter.
Teks judul akan muncul di berbagai lokasi selain pada bagian profil, seperti posting feed, rekomendasi koneksi, dan hasil pencarian.
Secara default, headline LinkedIn akan menyertakan jabatan pekerjaan saat ini di bagian pengalaman. Namun, itu untuk memberikan kesan positif, yang dapat mendorong orang lain untuk terlibat.
3. Gunakan Bahasa yang Menarik
Salah satu cara untuk memastikan bahwa profil dan akun LinkedIn menarik dan mudah dipahami oleh pengguna lain.
Ini menarik karena penjelasan yang diberikan tidak terlalu panjang. Anda dapat membuat penjelasan lebih jelas dengan menambahkan angka.
Hindari menggunakan bahasa yang sulit difahami oleh perekrut. Untuk memberikan kesan profesional, tambahkan foto formal.
4. Mempermudah Pencarian Akun Linkedin
Selanjutnya, membuat pencarian akun LinkedIn lebih mudah diakses dengan membuat kolom pencarian LinkedIn dan Google dibaca. Memberikan nama lengkap tanpa singkatan adalah caranya.
Selanjutnya, ubah URL akun LinkedIn supaya sesuai dengan nama dan menghindari karakter atau angka yang menyulitkan pencarian.
Perekrut dan HRD juga dapat datang jika akun LinkedIn mudah ditemukan.
Selain itu, hal ini memudahkan perekrut untuk mengecek kandidat melalui akun LinkedIn mereka.
5. Berhubungan dengan Pengguna LinkedIn Lain
LinkedIn's media sosial mirip dengan media sosial lainnya.
Salah satu cara terbaik untuk membangun personal branding adalah dengan berinteraksi dengan orang lain.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan lebih banyak koneksi dari pengguna Linkedin lainnya.
Jika Anda aktif berinteraksi, orang lain akan memiliki kesempatan untuk berkenalan dan membuat lebih banyak koneksi.
Interaksi dapat diberikan dalam berbagai cara. Anda dapat membagikan konten, membuat polling, membagikan dokumen, foto, komentar, dan banyak lagi.
6. Memanfaatkan Kolom Saran
Dalam membangun personal branding melalui LinkedIn, menambahkan rekomendasi seringkali dilewatkan.
Perekrut dapat memahami kandidat secara pribadi, jadi ini sangat penting.
Rekomendasi yang diberikan di sini dapat berasal dari mana saja yang telah memiliki hubungan langsung dengan pemilik akun.
Mereka bisa teman sekolah, rekan kerja, dosen, atasan, pembimbing magang, atau mentor pelatihan, antara lain.
Akan bermanfaat bagi perekrut jika kandidat tersebut dapat menggunakan kolom rekomendasi. (Putri Aprilia Ningsih / Radar Jogja).
Editor : Bahana.