Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Masih Jadi PR ! 205 Anak di Kabupaten Sleman Putus Sekolah dan Tidak Sekolah

Adek Ridho Febriawan • Jumat, 8 Desember 2023 | 15:05 WIB
Ilustrasi anak putus sekolah. (Sholichah LPM Poros/persmaporos.com)
Ilustrasi anak putus sekolah. (Sholichah LPM Poros/persmaporos.com)

 

RADAR MALIOBORO - Sebanyak 205 anak di Kabupaten Sleman, DIY, putus sekolah dan tidak sekolah pada 2023 ini. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman mencatat, ada beragam faktor penyebab anak putus sekolah dan tidak sekolah. Salah satunya terkendala akses.

"Faktor-faktor seperti jarak, fasilitas, atau biaya pendidikan dapat menjadi hambatan utama dan pendidikan sebagai hak asasi manusia," ungkap Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sleman, slemankab.go.id, dikutip Jumat (8/12/2023).

Untuk itu digelarlah workshop penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah di Kabupaten Sleman. 

Kegiatan ini digelar diikuti 80 orang, dengan melibatkan sejumlah instansi. Yakni, menyasar satuan tugas penanganan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah.

Kemudian Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan berbagai instansi lainnya.

Mereka duduk bersama mencari solusi agar pendidikan di kabupaten bermotto Sembada ini nihil dari anak putus sekolah dan anak tidak sekolah.

Ery berharap melalui workshop tersebut dapat menemukan solusi konkret dan strategi untuk mengatasi masalah pendidikan yang dihadapi di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menambahkan, masalah pendidikan ini menjadi perhatiuan bersama. Khususnya Pemkab Sleman.

Permasalahan anak putus sekolah dan anak tidak sekolah harus ditangani dengan baik oleh berbagai pihak terkait.

"Terutama di era globalisasi seperti saat ini, menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan semakin meningkat," tuturnya.

Kolaborasi dan peran aktif dari berbagai pihak, baik orang tua, lingkungan, pemerintah, dan lainnya sangat penting.

Dengan begitu, diharapkan anak usia sekolah di Kabupaten Sleman dapat menjadi generasi unggul yang siap mendukung dan berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sleman nantinya.

 

Disebutkan, berbagai program pengembangan pendidikan telah diupayakan Pemkab Sleman. Salah satunya program pendidikan anak kuliah sampai sarjana (S1).

Program tersebut menggaet beberapa kampus di Kabupaten Sleman.

"Kita sudah MoU dengan Amikom dan Unisa, dan ini akan kerja sama juga dengan UNY. Tahun ini ada hampir 600 anak yang kita kuliahkan, kita anggarkan 15 milyar,” sebut Kustini. 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#disdik sleman #pendidikan #anak putus sekolah #anak tidak sekolah #kabupaten sleman #sekolah #pendidikan Kabupaten Sleman