RADAR MALIOBORO - Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta berkomitmen untuk menjaga lingkungan kampus hijau. Hal ini diwujudkan melalui program Lodong Sisa Dapur (Losida) yang melibatkan masyarakat setempat.
Wakil Rektor II Unisa Jogjakarta Yuli Isnaeni mengatakan, program ini tidak hanya untuk mengedukasi. Tetapi juga melibatkan warga sekitar kampus dengan pembagian komposter Losida dan ember tumpuk.
Secara umum, Losida adalah daun yang sudah rontok atau jatuh didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat dan berguna untuk pertumbuhan tanaman. Dengan memasukkan sampah organik ke dalam pipa yang sudah dilubangi, lalu disiramkan larutan air beras dengan air gula, kemudian ditutup. Sehingga daun yang jatuh dan rontok tidak akan sia-sia dan dapat menjadi alternatif pupuk.
"Ini memberi peluang masyarakat sekitar untuk berperan aktif mengelola limbah dapur secara efisien dan ramah lingkungan," katanya kemarin (10/1).
Tak hanya itu, kampusnya juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar dengan mengadakan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah. Yuli meyakini bahwa masalah sampah bisa teratasi dengan kerja sama antara institusi pendidikan dan masyarakat sekitar.
Dikatakannya, upaya untuk mengurangi penggunaan plastik juga menjadi fokus di Unisa. Melalui kampanye zero sampah plastik, seluruh civitas akademik berperan aktif dalam mengurangi penggunaan plastik di dalam kampus.
Terpisah, mahasiswa Unisa Burhan Ismail mengaku, turut terlibat dalam program kampus hijau. Menurutnya, kegiatan itu sangat bermanfaat karena turut berdampak positif menghijaukan tanaman di wilayah kampus. Mahasiswa Prodi Teknologi Informasi ini pun berharap, program tersebut bisa terus berlanjut.
"Ini sangat penting untuk mempromosikan kesadaran lingkungan di antara mahasiswa dan staf universitas," lontarnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova