Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pameran Dendang Calon Guru Jadi Wadah Karya Mahasiswa Indonesia

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 18 Januari 2024 | 17:00 WIB
INOVATIF: Pengunjung mengamati karya yang dipajang dalam pameran seni rupa Dendang Calon Guru #18 bertajuk "Aksagara" di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kemarin (17/1).
INOVATIF: Pengunjung mengamati karya yang dipajang dalam pameran seni rupa Dendang Calon Guru #18 bertajuk "Aksagara" di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kemarin (17/1).

RADAR MALIOBORO - Himpunan Mahasiswa (Hima) Jurusan Seni Rupa dan Kriya UNY menggelar pameran seni rupa Dendang Calon Guru (DCG) ke-18. Acara tersebut merupakan wadah menyalurkan karya bagi mahasiswa seluruh Indonesia.

"Kali ini kita mengusung tema kebahagiaan dengan tajuk Aksagara,” jelas Ketua Pemeran Dendang Calon Guru (DCG) ke-18 Rian Gilang Nandari di TBY kemarin (17/1).

Aksa, lanjutnya, berarti waktu atau momen. Sedangkan sagara adalah lautan yang diibaratkan sebagai kebahagiaan yang luas.

Karya yang ditambilkan, berupa 93 lukisan ataupun instalasi. Dengan 79 karya di antaranya berupa karya 2 dimensi, dan 14 karya instalasi.

Seniman yang terlibat tidak hanya berasal dari UNY. Tetapi banyak juga dari luar kota. Dengan konsep pameran terbuka.

"Syarat mengirimkan karya untuk peserta luar kota adalah masih menjadi mahasiswa aktif. Jadi ini bisa dibilang karya-karya mahasiswa di Indonesia," tuturnya.

Mahasiswa luar kota yang ikut memamerkan karya di antaranya berasal dari Bandung, Malang, Solo, Semarang, dan Surabaya. Total seniman keseluruhan dalam pameran DCG ke-18 tersebut kurang lebih ada 90 orang. "Kebanyakan satu orang kirim satu karya," ungkapnya.

Untuk bisa masuk dan melihat pameran ini, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya. Hanya cukup mengisi absensi sebelum masuk ruangan.

"Karena acara ini merupakan program kerja Hima, jadi memang ada suntikan dana dari kampus UNY," bebernya.

Sementara itu, penulis katalog yang juga panitia DCG ke-18 Alya Phitanesia Kicani menambahkan, tema kebahagiaan tersebut berarti perasaan suka cita yang merayap dalam setiap aspek kehidupan. Kebahagiaan yang tidak terbatas adalah sebuah ketenangan yang tidak pernah berakhir.

"Semoga teman-teman yang terlibat bisa merasakan kebahagiaan tersebut," lontarnya.

Alasan pemilihan tema tersebut adalah karena panitia kepengurusan tahun ini melihat pagelaran DCG sebelum-sebelumnya banyak yang mengangkat tentang keresahan dan isu sosial di masyarakat. Kali ini tema yang diangkat memandang sisi yang lebih berwarna yaitu kebahagiaan. (cr5/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#mahasiswa #uny #pameran #TBY