Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Peduli Kesehatan Mental, Unisa Gandeng Psikolog untuk Konseling Civitas Akademika

Fahmi Fahriza • Rabu, 24 Januari 2024 | 17:15 WIB
FOKUS: Sesi konseling dari para psikolog terkait kesehatan mental yang ditujukan bagi para Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan juga mahasiswa Unisa Jogjakarta.
FOKUS: Sesi konseling dari para psikolog terkait kesehatan mental yang ditujukan bagi para Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan juga mahasiswa Unisa Jogjakarta.

RADAR MALIOBORO - Isu kesehatan mental saat ini jadi salah satu hal yang cukup masif di banyak kalangan, termasuk juga di kalangan pendidikan jenjang perguruan tinggi. Teranyar, Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta baru saja menghadirkan psikolog untuk turut memberikan konseling kepada segenap civitas akademika.

Wakil Rektor III Unisa Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam, Kemuhammadiyahan-KeAisyiyahan Mufdlilah mengatakan, program yang diinisiasi oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) bersama prodi S1 Psikologi Unisa dilangsungkan sejak Senin (22/1) hingga kemarin (23/1).

"Agenda ini berlangsung dua hari dengan empat psikolog dan mengusung tema Mental Health for Better Life," katanya.

Empat psikolog yang dihadirkan sebagai narasumber meliputi Dr Aisah Indati, Dra Elly Nur Hayati, Dr Pihasniwati dan Dr Raden Rachmy Diana. Mereka secara bergantian memberikan materi konseling terkait kesehatan mental kepada civitas akademika Unisa mulai dari dosen hingga para mahasiswa.

"Ini diikuti 323 Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan juga 20 mahasiswa perwakilan dari organisasi kemahasiswaan," paparnya.

Pra mahasiswa yang turut serta mengikuti workshop tersebut nantinya juga akan menjadi co-trainer. Bagi pelatihan per grup untuk para mahasiwa lainnya.

Mufdlilah menyebut, kegiatan workshop ini diselenggarakan dalam rangka menjalin silaturahmi dengan mengundang seluruh DPA. Juga untuk meningkatkan pemahaman terkait penanganan mahasiswa yang memiliki permasalahan selama perkuliahan termasuk, termasuk permasalahan dalam kesehatan mental.

"Semoga DPA bisa melakukan konseling pada capaian komunikasi terapeutik dan bisa diimplementasikan pada mahasiswa," harapnya.

Lebih lanjut Mufdlilah juga menyampaikan, DPA diharapkan bisa memberikan solusi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh para mahasiswa. Sehingga dengan workshop ini ada bekal bagi para DPA untuk menjalankan tugas membimbing secara komprehensif dan sempurna.

Tak hanya itu, dikatakannya bahwa para DPA juga diimbau untuk dapat lebih intens memperhatikan para mahasiswanya dengan membantu persoalan yang ada.

"Dengan ini semoga proses perkuliahan dan capaian akademik berjalan lancar," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#mental health #Unisa Jogja #konseling