Menjelang Pemilu, dan seiring berkembangnya platform media sosial (medsos), masyarakat kerap kali terjabak pada berita hoaks atau bohong.
Ada beragam berita hoaks. Mulai dari tidak diketahui sumbernya dengan jelas. Atau bahkan, berita yang cenderung memojokkan dan tanpa dikonfirmasi kebenarannya.
"Oleh karena itu, edukasi ini penting dilakukan. Harapannya masyarakat lebih aware dan teliti lagi terhadap informasi yang tersebar di media sosial," ungkap perwakilan KKN PPM Kelompok 3 UMBY Angela Maria Bria Resi, kemarin (6/2/2024).
Sosialisasi tersebut berlangsung di Balai Dusun Serpeng Lor, Kalurahan Pacarejo, Semanu, Gunungkidul.
Dengan diikuti 3 padukuhan. Yakni, Padukuhan Serpeng Lor, Padukuhan Serpeng Wetan dan Serpeng Kidul.
Sosialisasi ini rangkaian dari program KKN PPN yang berlangsung selama satu bulan.
Disebutkan, kegiatan terbagi menjadi dua sesi.
Pada sesi pertama, membahas pengertian, manfaat, resiko dan cara mengoptimalkan penggunaan media sosial yang baik dan benar. pada Sesi ini merangkul Prodi Ilmu Komunikasi dan Multimedia sebagai pengisi materi.
“Media sosial ini sebenarnya memiliki sejumlah manfaat bagi aktivitas masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sebab bisa menjadi perantara dalam komunikasi global, penyebaran informasi, pemberdayaan individual dan sebagai lahan untuk berbisnis," ungkap Angela.
Pada sesi kedua, membahas tentang penyebaran berita hoax sekaligus pemutaran video yang berkaitan dengan hoax yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Mulai dari anak - anak hingga orang dewasa.
Tentunya pemateri berkolaborasi dengan mahasiswa Prodi lainnya.
Dukuh Serpeng Lor, Tukiran mengungkapkan, kegiatan ini bagian dari edukasi warga. Harapannya bisa dipahami warga, sehingga warga setempat lebih bijak dalam menanggapi berita informasi.
Tak kalah penting, ungkap dia, tak hanya menyaring berita agar tidak termakan hoaks. Namun bagi remaja setempat dan masyarakat pada umumnya agar lebih bisak dalam menggunakan media sosial dan membagikan informasi.
"Penting memahami aturan-aturan dalam penggunaan media sosial dan memahami tentang penyebaran hoax," ujarnya.
Editor : Meitika Candra Lantiva