SLEMAN - Seruan konsolidasi yang rencananya dilangsungkan di Teras Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) batal digelar kemarin (6/2). Hal tersebut karena tidak adanya izin dalam pelaksanaan aksi.
Sekretaris Direktorat Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNY Guntur membenarkan, jika kegiatan tersebut tidak memiliki izin. "Itu betul mahasiswa kami, tapi kami luruskan bahwa kegiatan mahasiswa bisa koordinasi melalui bidang Kemahasiswaan, Akademik dan Alumni, tapi kegiatan itu tidak berizin," katanya kemarin.
Secara umum, lanjutnya, direktorat tidak mengakui adanya kegiatan tersebut. Sebab bukan merupakan program resmi dari Bidang Kemahasiswaan, Akademik, dan Alumni. Justru, acara tersebut hanya kumpul-kumpul mahasiswa, yang saat ditanya security, mereka tidak bisa menunjukkan izin resmi.
"Kami sampaikan secara baik-baik untuk tidak melakukan konsolidasi yang bukan program resmi. Mereka selama ini tidak atau belum pernah mengusulkan perizinan tempat untuk kegiatan tersebut," sambungnya.
Saat ditanya soal aksi resmi ke depan, Guntur mengaku, UNY tidak akan mengkritisi kebijakan apapun dari pemerintah. Baik terkait pemilu atau hal lainnya. Hal ini karena UNY merupakan instansi negeri. "Jadi UNY tidak akan bersikap apapun, kami mengikuti aturan ataupun alur dari pemerintah, jadi seruannya hanya itu saja," lontarnya.
Sementara menyoal kampus-kampus lain di Jogja yang turut menyuarakan aksi soal demokrasi saat ini, Guntur sendiri enggan memberikan komentar secara langsung. Dikatakannya bahwa universitas baik negeri maupun swasta memiliki kriteria dan karakteristik yang berbeda-beda. "Saya tidak punya komentar apapun karena semua kampus punya hak otonomi masing-masing, dan saya tidak bisa berkomentar tentang itu," sebutnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova