RADAR MALIOBORO - Kritikan para civitas akademika terkait demokrasi yang dinilai melenceng tak kunjung usai. Namun hal ini tidak akan menghentikan Pemilu 2024 yang tinggal hitungan hari. Oleh karena itu, Wakil Rektor (Warek) UMY Bidang Kemahasiswaan dan AIK Faris Al Fadhat mengimbau mahasiswanya untuk tetap bisa menggunakan hak pilihnya.
Hak suara, lanjutnya, sebaiknya tidak hanya digunakan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden. Namun juga termasuk memilih anggota legislatif. "Intinya berikan hak suara dalam pemilu ini," ujarnya.
Selain itu, mahasiwa diharapkan ikut bersama mengawal pemilu agar berjalan dengan jujur dan adil. "Ini bukan masalah partisan mendukung salah satu pasangan, tapi ini adalah persoalan masa depan bangsa Indonesia yang kita cintai," ucapnya.
Menurutnya, adanya pernyataan sikap dari kampus, tidak menimbulkan adanya tekanan dari pihak manapun. Jika pun nantinya ada, kata Faris, UMY tetap akan pada pendirian. "Sejauh ini belum ada tekanan apapun begitu ya," tegasnya.
Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UMY Siti Maulina mengaku siap memberikan statement terkait dengan seruan dan imbauan dari petinggi kampus. "Nanti saya respons secepatnya," kata Siti. (gun/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova