RADAR MALIOBORO - Penerapan ekosistem serta konsep pembelajaran berbasis digital jadi salah satu output yang saat ini sedang dijalankan dan terus dikembangkan oleh SMK Assalafiyyah Sleman. Bahkan sekolah kejuruan berbasis pondok pesantren (ponpes) di bilangan Nogotirto, Gamping, Sleman ini berkomitmen menjadi trademark ponpes digital. Dengan harapan bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain.
Kepala Sekolah SMK Assalafiyyah Sleman Bayu Sudarmaji mengatakan, yayasan pondok secara konsisten memacu segenap civitas akademika untuk menciptakan ekosistem digital. Mulai dari siswa atau santri yang melek teknologi, dari segi IT dan multimedia, serta ekosistem pembelajaran dan administrasi digital yang dijalankan para guru.
"Salah satu indikator yang relevan dengan goals kami itu, kami pernah memenangkan pondok entrepreneur berbasis digital tahun 2021," katanya kemarin (18/2).
Saat ini, SMK Assalafiyyah juga sedang mengembangkan lebih lanjut 3 dimensi (3D) dan juga development web ponpes. Hal tersebut dilakukan guna mendukung penuh konsep pondok digital yang dicanangkan.
Selaras dengan konsep itu pula, para siswa sendiri banyak dibekali pembelajaran berbasis praktik untuk mengasah kemampuan mereka. Mulai dari development web hingga penciptaan program.
SMK Assalafiyyah sendiri saat ini memiliki jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan juga Pengembangan Perangkat Lunak dan Game (PPLG). "Sistem belajar kami lebih banyak praktik. Dari 5 hari kerja, 4 hari fokus praktik dan 1 hari teori," paparnya.
Secara umum, SMK Assalafiyyah mengarahkan para siswa setelah lulus untuk bekerja. Pihak sekolah sendiri turut memfasilitasi karena memiliki perusahaan yang siap menampung lulusannya. "Kami memiliki perusahaan IT yang menangani sistem informasi manajemen dan ada Assalafiyyah media center," sebutnya.
Bayu sendiri berharap, konsep tersebut bisa segera terealisasi. Apalagi banyak juga dukungan dan sumbangsih nyata yang diberikan oleh para alumni sekolah, karena banyak dari mereka yang masih bertahan di pondok kendati sudah lulus sekalipun.
"Cukup banyak yang masih stay di sini setelah lulus untuk membantu di pondok, selain itu juga sambil menyelesaikan ngaji mereka," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova