Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Pelajar di DIJ Harus Berkualitas dan Berdaya Saing

Fahmi Fahriza • Rabu, 21 Februari 2024 | 17:15 WIB

 

PULANG SEKOLAH: Pelajar tingkat SMP melintas di depan mural bergambar Ki Hajar Dewantara dan tiga semboyannya di Jalan Ngeksigondo, Kotagede, Jogja kemarin (10/1).
PULANG SEKOLAH: Pelajar tingkat SMP melintas di depan mural bergambar Ki Hajar Dewantara dan tiga semboyannya di Jalan Ngeksigondo, Kotagede, Jogja kemarin (10/1).

RADAR MALIOBORO - DIJ masih menjadi salah satu daerah jujukan favorit pendatang dari berbagai daerah untuk keperluan menuntut ilmu. Baik di jenjang SMA/SMK hingga perguruan tinggi.

Secara umum, banyaknya kuantitas pendatang tersebut merupakan hal yang positif dan selaras dengan entitas Jogja sebagai Kota Pelajar. Namun kuantitas tersebut juga perlu dibarengi dengan kualitas SDM yang tinggi dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Prof Djoko Budiyanto.

Djoko mengatakan, secara garis besar dengan banyaknya anak-anak muda pendatang ke DIJ memang jadi hal yang positif. Keberadaan mereka merupakan potensi besar untuk bisa mendongkrak beberapa sektor penting. Seperti perekonomian, industri kreatif, dan sektor pendidikan itu sendiri.

Namun, bonus demografi tinggi saja tidak cukup. Anak-anak muda tersebut harus memiliki daya saing dan kualitas yang mumpuni sebagai SDM.

Disebutnya, banyak aspek yang bisa mereka manfaatkan dalam proses pengembangan dan peningkatan kualitas diri. Mmulai dari aspek sosial budaya, tren dan lifestyle, hingga perkembangan digitalisasi teknologi saat ini.

"Mereka harus berdaya saing tinggi, termasuk juga di dunia yang sekarang serba digital ini," pesannya kemarin (20/2).

Apalagi, dia juga melihat bahwa cukup banyak fenomena anak-anak muda termasuk para pendatang yang kini mulai berwirausaha di DIJ. Selain sebagai upaya mendapatkan safety net, hal tersebut juga mengindikasikan bahwa banyak dari mereka yang masih ingin stay di DIJ.

Salah satu pendatang yang turut menerapkan konsep tersebut adalah Rois Noviantoro. Perantau asal Ngawi yang awalnya hanya berniat untuk kuliah di DIJ tersebut kini sudah memasuki tahun ke-10 di Jogja. Dia kini memiliki usaha di bidang kuliner.

Saat disinggung terkait peningkatan kualitas diri dan upaya bersaing dengan para pendatang lainnya, Rois mengaku, dia turut melakukannya. "Saya banyak ikut komunitas, ngobrol dan ketemu banyak orang dari berbagai daerah. Itu saya rasa penting dan harus dilakukan," bebernya.

Salah satu faktor yang membuatnya menetap hingga sekarang adalah sosial budaya dan masyarakat Jogja itu sendiri. Selain itu, dia menilai bahwa banyaknya anak-anak muda pendatang juga jadi faktor penting baginya. "Banyak anak-anak muda pendatang di sini, itu bermanfaat untuk saya baik dari segi bisnis atau individu," ungkapnya. (iza/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#sma #pelajar #perguruan tinggi