RADAR MALIOBORO - Selama masa kampanye Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjanjikan program makan siang gratis untuk anak sekolah. Namun di Gunungkidul, program tersebut ternyata sudah berjalan. Salah satunya di SMAN 2 (Smada) Wonosari.
Humas Smada Wonosari Yayuk Sri Rahayu mengatakan, program makan siang gratis untuk pelajar di sekolahnya telah berjalan sejak tahun lalu. Sangat mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) karena peserta didik belajar sampai sore hari.
Makanan yang disajikan, berupa nasi lengkap dengan lauk pauk. Tapi tidak jarang, makanan ringan atau snack turut dihidangkan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Sejauh ini anggaran makan siang gratis mengandalkan dari donasi. "Dari sekolah tidak mengupayakan sendiri, tapi pesan makanan dari luar mengingat keterbatasan sumber daya manusia (SDM)," ujarnya kemarin (20/2).
Makan siang tersebut diberikan sepekan usai salat Jumat. Pihak sekolah menyebutnya program 'Jumat Berkah'. "Tapi seandainya besok memang terlaksana program makan siang gratis, dari sekolah menyambut dengan baik mengingat anak-anak kalau sekolah sampai sore hari," lontarnya.
Dia berharap jika program itu berjalan dan bisa diwujudkan, praktik di lapangan tidak menyulitkan sekolah. Misalnya, anggaran makan siang gratis dikelola sekolah diharapkan pertanggungjawabannya mudah. "Pertanggungjawaban yang mudah dan tidak terlalu rumit," pintanya.
Namun pihaknya lebih setuju jika program itu turun ke sekolah sudah dalam bentuk makanan jadi dan tinggal diberikan kepada siswa. Namun dia mengingatkan, menu makanan disesuaikan dengan kebutuhan atau minat peserta didik.
"Karena anak-anak sekarang tidak sama dengan orang-orang zaman dulu. Harapannya makanan yang diberikan bergizi dan disukai oleh anak-anak sekarang sehingga tidak mubazir," ucapnya. (gun/eno)