Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Penerapan Kurikulum Merdeka di SMKN 2 Wonosari Menyesuaikan Anggaran

Gunawan RaJa • Kamis, 22 Februari 2024 | 15:00 WIB

MEMADAI: Salah satu ruangan yang digunakan siswa di SMKN 2 Wonosari dalam mengerjakan projek P5.
MEMADAI: Salah satu ruangan yang digunakan siswa di SMKN 2 Wonosari dalam mengerjakan projek P5.

RADAR MALIOBORO - Penerapan Kurikulum Merdeka di SMKN 2 Wonosari disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Meski tidak ada biaya signifikan, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah tersebut tetap bisa berjalan dengan baik.

Wakil Kepala Kurikulum SMKN 2 Wonosari Bekti Yahrini mengatakan, sejauh ini skala produk yang dihasilkan dari P5 belum besar. Misalnya karya dalam bentuk video, peserta didik hanya cukup menggunakan telepon genggam.

"Untuk projek yang sifatnya fisik di kelas II dan III nanti ada yang terkait dengan jurusan,” ungkapnya kemarin (21/2).
Tapi, lanjutnya, projek merupakan bentuk kerja sama dengan mata pelajaran lain. Seperti PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga). Dengan begitu projek yang dijalankan tidak mengeluarkan biaya yang besar.
Dalam projek itu, kata Bekti, anak-anak dilatih menerapkan public speaking. Kemudian merencanakan, realisasi, analisis, sampai pemasaran.

"Dan itu kebanyakan tidak terlalu berbiaya karena produk yang dihasilkan akan dijual juga,” lontarnya.
Contoh produk jadi, kata Bekti, untuk bagian pengelasan membuat foto stand photobooth atau videobooth tampilan 360 derajat. Selain itu ada pula pembuatan mug, stiker, hingga kaos.

"Ada juga teknik elektronika, anak-anak membuat running text, kemudian membuat desain rumah lengkap dengan RAB (rencana anggaran belanja)," bebernya.

Dalam projek ini, para pelajar secara riil membuat prodak sesuai dengan keinginan konsumen. Peserta didik juga dilatih mengolah naskah, membuat video, poster, maupun presentasi.

"Jadi sejak awal kita memang belum membuat kebijakan pembuatan projek di luar sekolah, karena kami analisis plus-minusnya itu masih belum bisa dikendalikan," ucapnya.
Pihaknya khawatir jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Terlebih saat siswa tidak berada di dalam sekolah karena ada projek di luar. "Semua kami kelola dari internal," tegasnya. (gun/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#kurikulum merdeka #SMKN 2 Wonosari