RADAR MALIOBORO - Stikes Notokusumo Jogjakarta baru saja menekan nota kesepahaman atau MoU dengan Japan Interstudy Center (JIC). Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk peningkatan kompetensi bagi para mahasiswa yang berfokus tentang pendalaman bahasa Jepang. Mempersiapkan lulusan perawat yang nantinya akan dikirim ke Jepang.
"Kami memang secara konsisten mengirimkan mahasiswa setalah lulus untuk bekerja di Jepang sebagai perawat," kata Ketua Stikes Notokusumo Taukhit kemarin (27/2).
Taukhit menuturkan, adanya peningkatan kompetensi tersebut dinilainya sangat penting untuk menambah kualitas SDM sebelum dikirim ke Jepang.
Disebutnya, selain kompetensi pada bidang akademik formal, Stikes juga mengakomodasi kompetensi penguasaan bahasa dan pembekalan soft skill lain. Seperti pengenalan budaya dan lingkungan kerja di Jepang.
"Memang permintaan pekerja di Jepang itu tinggi, sejauh ini per tahun kami bisa mengirim 10-15 mahasiswa," harapnya.
Taukhit menjelaskan, bahwa peningkatan kompetensi dengan JIC tersebut terbuka bagi seluruh mahasiswanya. Namun nantinya juga tetap akan dilakukan proses seleksi akademik dan seleksi berkas.
Sementara itu, Direktur Utama JIC Indonesia Andika Ramayudha memaparkan, sebagai badan perseroan, JIC akan memberikan layanan dan kompetensi bahasa Jepang pada mahasiswa di luar jam kuliah formal. "Dua jam pertemuan setiap harinya," lontarnya.
Andika berharap, output dari kompetensi yang dilakukan tersebut nantinya bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas para mahasiswa untuk dikirimkan ke Jepang. "Target kami bisa mengirimkan 50-100 mahasiswa Stikes ke Jepang setiap tahunnya," serunya.
Andika membeberkan, salah satu alasan yang mendasari inisiatif kerja sama JIC dengan Stikes adalah proses penyaringan SDM yang lebih mudah dan terstruktur. "Karena lebih terpercaya dan mudah untuk penyaringannya dibanding seleksi umum," ungkapnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova