RADAR MALIOBORO - Mahasiswa asing UNY Jyoti Swaroop Sharma dan Polina Sushina didapuk Polda DIJ sebagai Duta Keselamatan dalam Operasi Keselamatan Progo 2024. Warga negara India dan Rusia itu, akan membantu sosialisasi keamanan berkendara dan patuh berlalu-lintas jelang pelaksanaan operasi progo.
Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Alfian Nurrizal menurutkan, dilibatkannya dua WNA tersebut merupakan respons atas banyaknya demografi WNA yang ada di wilayah DIJ. Sehingga mereka turut dilibatkan untuk meningkatkan awarness tentang keamanan berkendara dan kepatuhan berlalu lintas.
"Kami adakan seleksi berkas untuk pemilihan duta tersebut, ini inovasi baru yang dilakukan oleh Polda DIJ," katanya beberapa waktu lalu.
Dengan adanya duta keselamatan dari WNA tersebut, diharapkan bisa memudahkan proses sosialisasi dan pelaksanaan operasi progo. "Mereka berdua akan kami fokuskan untuk menjadi duta dan sosialisasi pada sesama WNA," tuturnya.
Sementara itu, baik Jyoti maupun Polina sendiri mengaku senang dengan ditunjuknya mereka sebagai duta keselamatan. Mereka berharap bisa turut memberikan kontribusi dalam gelaran operasi progo tersebut.
Jyoti menyampaikan, dari pantauannya memang urgensi keamanan berkendara dan patuh terhadap aturan lalu lintas harus ditegakkan dan disosialisasikan secara berkala. "Saya lihat misal di Bali atau Jogja ini ada saja WNA yang berkendara tidak patuh aturan. Misal tidak menggunakan baju atau helm," ungkapnya.
Jyoti bercerita, bahwa dia dihubungi oleh Polda DIJ dan diminta kesediaannya untuk menjadi duta keselamatan. Tugasnya memberi edukasi, terutama kepada sesama WNA di DIJ. "Jogja adalah Kota Budaya, jadi kami bangga menjadi duta keselamatan ini untuk memberi edukasi agar WNA juga bisa patuh aturan," paparnya.
Jyoti membeberkan, bahwa dia berkunjung ke Indonesia memang untuk keperluan belajar. Terlebih mempelajari bahasa dan budaya Indonesia selama 10 bulan. Dan saat ini, dia sendiri sudah menempuh enam bulan masa pendidikan di UNY.
Berbeda dengan Jyoti, Polina justru sudah berada di Indonesia dua tahun lamanya. Secara spesifik, perempuan asal Rusia tersebut mengambil studi S2 Bahasa Indonesia.
Dengan menjadi duta keselamatan, Polina berharap bahwa tidak saja WNA, namun juga semua orang bisa patuh terhadap aturan berlalu lintas. "Karena itu tidak saja menyangkut keselamatan kita sendiri, tapi juga orang lain, jadi saya harap semuanya bisa patuh," serunya.
Apalagi secara kultural, orang-orang di Rusia memang lazim untuk beraktivitas dengan berjalan kaki. Sehingga saat tiba di Indonesia, dia mengaku mengalami gagap budaya terkait kultur berjalan kaki tersebut. "Di sini awalnya agak kaget, karena pedestriannya terbatas, lalu kendaraan juga sangat kencang, ketika menyebrang jalan saya juga takut," sebutnya.
Jyoti maupun Polina mengungkapkan, bahwa dengan menjadi duta keselamatan ini juga memberikan banyak manfaat dan hal baru bagi mereka. Mulai dari menambah pemahaman terkait budaya baru dan menambah relasi. Serta keterikatan sosial dengan warga Indonesia, terutama DIJ. "Ini pengalaman baru yang sangat berharga, kami belajar banyak hal soal budaya sosial orang Indonesia dan orang Jogja," sambung Polina. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova