Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Banyak Mahasiswa Disebut Miliki Masalah Mental

Fahmi Fahriza • Kamis, 7 Maret 2024 | 16:10 WIB

 

Dosen Ilmu Komunikasi UMY Suciati
Dosen Ilmu Komunikasi UMY Suciati

RADAR MALIOBORO - Permasalahan mental saat ini jadi salah satu aspek yang kian nyata dialami oleh banyak orang. Termasuk oleh kalangan mahasiswa. Hal tersebut diungkapkan oleh dosen Ilmu Komunikasi UMY yang juga membidangi psikologi komunikasi Suciati.

Dia menyebut, permasalahan mental di kalangan mahasiswa benar dan nyata adanya. Hal tersebut juga terjadi di mahasiswanya yang secara umum memang menunjukkan gejala dan tanda-tanda permasalahan mental. Hingga tahap yang lebih jauh, para mahasiswanya juga sudah menggunakan jasa pihak profesional, yakni psikiater atau psikolog.

"Psikolog atau psikiater makin masif, sekarang orang semakin mengunggulkan materialistis, duniawi semakin kencang dan itu berpotensi membuat stress," sebutnya kemarin (6/3).

Dia sendiri memetakan, permasalahan mental tersebut bisa terjadi dengan penyebab yang amat kompleks dan beragam. Seperti karena pandemi, perkembangan media teknologi, output yang salah saat mengonsumsi konten, hingga tekanan dari orang tua.

"Penyebabnya sangat kompleks ya, misal pandemi itu hanya entitas kecil saja sebenernya," sambungnya.

Suciati sendiri menegaskan, hakikatnya penyakit mental tidak bisa diklaim oleh individu. Sebab itu harus melalui penanganan profesional. Disebutnya, ketika seseorang merasa depresi mungkin itu hanya stress biasa dan mengaku punya penyakit mental, tapi untuk memastikan kebenarannya harus melibatkan pihak profesional.

"Ketika ada mahasiswa merasa depresi, saya tanya itu kata siapa. Kalau cuma kata dia itu berarti tidak depresi. Karena penyakit mental itu harus didiagnosis oleh ahli," tegasnya.

Dalam prosesnya, Suci sendiri mengungkapkan cukup banyak menerima konsultasi secara langsung dari mahasiswanya di luar kelas. Selain itu, dia juga banyak melihat tanda-tanda dan gejala permasalahan mental yang dialami mahasiswa.

"Ketika saya lihat mahasiswa itu bermasalah secara mental, saya hubungi orang tuanya dan merekomendasikan untuk dilakukan penanganan profesional," tuturnya.

Disebutnya, orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk monitoring kesehatan mental anak. Ada sisi positif juga saat orang tua yang semakin aware atas tindakan dan cara parenting mereka terhadap anak. Sebab hal ini bisa mempengaruhi kesehatan mental si anak.

 

"Orang tua tidak boleh memaksa anak, karena bisa juga penyebab permasalahan mental itu datang dari orang tuanya," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#umy #masalah mental