RADAR MALIOBORO - Komunitas Sekolah Marjinal (KSM) berkomitmen bisa mengembalikan anak jalanan ke sekolah formal. Hal ini diwujudkan dengan adanya sekolah yang dijalankan secara independen oleh komunitas.
Partnership KSM Shindy Ainun mengatakan, sejauh ini KSM sudah memiliki tiga sekolah di wilayah DIJ yang banyak mengakomodasi kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak jalanan putus sekolah. "Yakni sekolah Cinde, sekolah Harapan, dan sekolah Marjinal. Fokus utama kami adalah anak-anak jalanan yang termarjinalkan," katanya pada Radar Jogja kemarin (10/3).
Saat ini, KSM memfasilitasi berbagai anak dengan latar belakang yang sangat beragam. Mulai dari anak pemulung, anak buruh, hingga anak jalanan. Dengan dominan demografi usia TK-SD. Shindy menyebut, goals terbesar KSM sendiri adalah ketika mereka bisa mengembalikan anak-anak jalanan tersebut untuk menempuh pendidikan secara formal. Sesuai dengan rombel dan usianya masing-masing. "Bisa dibilang kami memberikan les dan menyiapkan mereka untuk kembali ke sekolah formal," tuturnya.
Dalam prosesnya, disiapkan juga silabus dan materi pembelajaran yang terstruktur. Sehingga materi pembelajaran yang diberikan tidak asal. "Sistem mengajarnya ada tim kurikulum yang menyiapkan silabus dan materi, tapi sejauh ini kami belum bisa membagi mereka sesuai kelompok usia, jadi masih digabung semuanya," paparnya.
Belum dilakukannya pembagian siswa berdasarkan rombel, lanjutnya, karena keterbatasan lahan dan KSM belum memiliki gedung sendiri. "Jadi sejauh ini menggunakan bangunan di ruang publik seperti balai desa. Dalam prosesnya kami melibatkan relawan dan membuka open recruitment untuk mengajar di KSM," serunya.
Shindy merinci, sejauh ini setidaknya KSM sudah berhasil mengembalikan 10 anak untuk bisa bersekolah secara formal. Tak sekadar mengembalikan, KSM juga melakukan monitoring berkala untuk memastikan keberlanjutan belajar anak. Serta turut membantu dalam proses administrasi serta pembiayaan.
"SPP juga kami tanggung, jadi tidak cuma mengembalikan ke sekolah, tapi kami juga coba bantu pembiayaannya," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova