RADAR MALIOBORO - Sejak lama sekolah berbasis Islam di Gunungkidul melaksanakan program Mubaligh Hijrah atau Dai Hijrah selama Ramadan. Namun setelah dilakukan evaluasi, penamaan program dinilai kurang pas sehingga harus diganti dengan nama baru. Yakni pengabdian masyarakat pelajar muspla (PMPM).
"Mubaligh Hijrah merupakan siswa yang memiliki keahlian maupun keilmuan agama untuk diterjunkan ke TPA wilayah Gunungkidul," kata Guru Ismuba (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) SMK Muhammadiyah 1 Playen (Muspla) Hamim kemarin (13/3).
Siswa kelas X dan XI rencana berangkat ke kampung-kampung pada 15-24 Maret. Mereka merupakan murid pilihan yang telah diseleksi dari sekolah. Dinilai telah mampu mengajar anak-anak di TPA.
Menurut Hamin, alasan perubahan penamaan, jika tetap memakai nama Mubaligh maka beban siswa terlalu berat. Sebab gambaran masyarakat, sebutan mubaligh berarti tokoh agama dan syarat dengan ilmu. Sedangkan anak-anak dinilai belum sampai di tahap itu. Sebab mereka baru latihan pengabdian dalam hal mengajar anak TPA dan kegiatan sosial lain. "Perubahan penamaan dilakukan sejak dua tahun terakhir," ucapnya. (gun/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova