RADAR MALIOBORO – Sering kali ampas tahu diolah menjadi tempe gembus. Namun olahan makanan satu ini tergolong memiliki nilai ekonomi yang rendah. Di tangan lima mahasiswa UNY, nilai ekonomi dari ampas tahu mulai ditingkatkan. Dengan cara diolah menjadi bistik.
Mereka adalah Geofina Kartika Putri, Siti Atika, Ayu Wulandari, Shifa Qulubina, dan Izza. Inovasi ini berawal dari Ayu yang sebelumnya sudah memiliki usaha tahu. Karena banyak ampas yang tidak terolah, muncullah ide membuat olahan bistik bernama Pastah Bistik.
"Kami lakukan beberapa kali percobaan yang gagal, akhirnya kami temukan campuran bahan yang pas, dan produk ini menjadi layak konsumsi," ungkap Geofina kemarin (16/4).
Cara pembuatannya tergolong mudah. Ampas tahu hanya perlu disangrai untuk menghilangkan kandungan air. Setelah itu, dicampur dengan gandum, tepung tapioka, dan bumbu. Setelah tercampur merata, adonan siap dicetak dan digoreng.
Meskipun berbahan dasar ampas tahu, olahan makanan ini tetap memiliki kandungan gizi. “Seperti karbohidrat, protein, kalsium, dan zat lainnya yang berguna bagi tubuh," imbuh mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) angkatan 2022 tersebut.
Selain itu, bistik dari ampas tahu terbilang unik. Karena di luar sana belum ada yang membuat inovasi produk serupa. Ke depannya, dia berharap menjadi pionir dari inovasi olahan ampas tahu. Diharapkan pula, limbah ampas tahu bisa menjadi produk olahan pangan vegetarian lain yang bermanfaat sehingga mengurangi tingkat pencemaran. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova